Anakku, Timku

09.29

Di usia satu tahun, rasa ingin tahu seorang anak mulai berkembang. Pernah mendengar ungkapan, anak adalah peniru ulung? Bukan tanpa dasar ungkapan itu ada. Meniru gerak-gerik orang di sekitarnya serta mengikuti segala ucapan yang didengar, merupakan hal-hal yang biasa dilakukan anak-anak tanpa diajari.

Ibu adalah sosok yang lebih sering dilihat sang anak, maka apapun yang dilakukan dan diucapkan para ibu, itulah yang ditiru. Ketika Ibu menyapu rumah misalnya, buah hati pun ingin melakukan hal yang sama dan pada akhirnya malah menambah banyak dan lama pekerjaan Ibu. Begitu juga ketika sang Ibu berjualan offline. Tatkala ada pengunjung yang datang, sang anak akan terlebih dahulu menyapanya dengan, “Beli apa, Bu?” persis seperti yang sering dilihat dan didengar oleh si kecil, yang juga ingin melayani sendiri si pembeli.

Keseruan pun kerap terjadi saat Ibu menyiapkan paket untuk pelanggan yang membeli secara online, anak akan turut sibuk menyiapkan paket yang sama, biasanya dengan memasukkan mainannya ke dalam kantong dan membungkusnya dengan lakban. Bisa dibayangkan, betapa stresnya sang Ibu, yang notabene mengharapkan tidak ada gangguan dari si kecil dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Pada dasarnya, setiap anak tidak ingin mengganggu siapapun. 
Mereka hanya merasa tertarik pada kegiatan apapun yang terlihat menyenangkan di matanya. Daripada menganggap ‘bantuan’ mereka sebagai beban, lebih baik menjadikan mereka sebagai TIM.

Ibu bisa melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika Ibu ingin menyapu bagian dalam rumah. Cobalah mengajak dan meminta si kecil menyapu halaman rumah. Dengan catatan, halaman rumah Ibu tidak terhubung langsung dengan jalan yang bisa membahayakannya. Pada awalnya, mungkin halaman menjadi tidak beraturan, tapi lama-kelamaan, anak akan mengerti bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik, pastinya dengan pendampingan dan arahan Ibu.

Begitu juga dengan ketertarikannya untuk melayani pembeli yang datang. Biarkan saja ia melakukannya. Tinggal diberi arahan serta pengawasan atas apa yang harus dilakukannya. Selain anak menjadi senang karena terpenuhi rasa ketertarikannya, pelanggan Ibu biasanya tidak akan merasa terganggu oleh sikap sang penjual cilik.

Masih mau memilih terbebani oleh rasa keingintahuan anak atau menjadikannya sebagai tim?

Yuk, pelopori gerakkan ANAKKU, TIMKU!

=======
Biodata Penulis

Sani Hasanah, lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1986. Alamat saat ini, Jl H Jairi no.17 RT005/02, Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta. Ibu dari 2 orang putra yang aktif sebagai konsultan nulis dan bisnis di Indscript Creative, sekaligus juga owner bantal_mpuk serta Ibraqra baby needs & toys.

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman