Intip Tips Super Irit di Zaman Sulit

07.43

Ibu-ibu menjerit. Harga cabe naik, biaya sekolah makin mahal, tarif listrik 900VA meningkat seiring dicabutnya subsidi. Kenaikan gaji seperti tidak mampu berlari bersaing dengan inflasi. Mencari tambahan penghasilan makin giat dilaksanakan tetapi pangsa pasar masih stagnan sebab semakin banyak orang berhemat di segala bidang.

Kondisi ekonomi sulit begini adalah situasi yang makin menjepit ibu-ibu rumahan. Protes sama suami karena uang belanja tidak bertambah? Lah suami saja belum tentu naik gaji. Sebenarnya kalau mau lebih irit selalu ada jalannya. Seperti saat terhadang kemacetan jalan, selalu ada jalan tikus untuk keluar dari kesulitan.

Beberapa tips super irit berikut ini bisa menjadi bahan pertimbangan:

1.  Menghemat Listrik
Kenaikan tarif listrik adalah salah satu pos yang paling dikeluhkan ibu-ibu di Indonesia. Mau anggaran bayar listrik tidak jebol? Maka harus lebih irit lagi dalam pemakaian listrik. Ganti lampu dan televisi dengan type LED yang bisa menghemat energi hingga 50 persen, kurangi pemakaian mesin cuci (nyuci manual lebih hemat air dan listrik), atur suhu AC (jika punya) di suhu 250 Celcius, setrika baju seefisien mungkin baik dari segi waktu maupun bahan yang perlu disetrika, biasanya tidak semua baju perlu disetrika. Intensitas menyetrika lebih sering artinya butuh energi lebih besar. Maka lebih baik menyetrika minimal dua hari sekali agar lebih hemat energi.

2.  Bijak Mengelola Uang Belanja
Harga-harga melonjak maka sang ibu harus makin bijak. Biasakan membuat proposal anggaran dan menyiapkannya dalam amplop sesuai pos. Dahulukan mengeluarkan uang belanja sesuai prioritas, misalnya membayar tagihan listrik dan air, membayar SPP dan iuran RT. Belanja ke pasar pun harus membuat list agar tidak tergoda membeli di luar anggaran.

3.  Memanfaatkan Lahan dan Barang Bekas
Yuk, bongkar garasi dan gudang! Beberapa barang layak pakai bisa disumbangkan atau dijual di tukang loak, lumayan buat penghasilan tambahan. Jangan biarkan lahan rumah menganggur karena bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran hidroponik seperti sawi, kangkung, cabe, tomat.

4.  Mengurangi Pos-pos Tersier
Pemakaian pulsa, acara makan di luar, nonton, tamasya adalah kebutuhan tersier, mungkin pengeluarannya bisa ditekan. Sayang jika pulsa habis hanya untuk bersosial media tak tentu arah ada baiknya digunakan untuk menambah penghasilan misalnya dengan mengikuti kuis dan lomba atau menjadi dropshipper.

======
Biodata Penulis
Dwi Aprilytanti Handayani, Social media enthuasisme, buzzer, blogger, content writer. Ibu dari dua anak, senang menulis dan membaca. Blog pribadinya www.braveandbehave.blogspot.co.id Kadang menulis juga di Indoblognet dan Kompasiana. Bisa dihubungi di dwi.aprily@yahoo.co.id atau dwi.aprily@gmail.com


You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman