Rahasia Mengelola Uang Belanja

07.26

Beberapa tahun belakangan kondisi perekonomian sedang lesu. Angka pengangguran tinggi, kenaikan gaji dianggap tak terlalu signifikan. Beberapa industri malah melakukan pengurangan tenaga kerja. Sepertinya kian sulit berkelit di zaman “sakit”.
Sebagai manager finansial, para emak dituntut makin jago mengatur strategi mengelola uang belanja. Ada baiknya tak keburu meminta suami mencari pekerjaan baru. Boro-boro dapat kerja baru dengan pengalaman yang dimiliki. Mencari kerja di dunia perkantoran dan industri saja semakin sulit karena gelombang PHK masih menghantui, dan dunia industri tentunya menerapkan penghematan di segala bidang, termasuk dalam hal memilih karyawan. Pastinya yang diutamakan adalah karyawan multitalenta.

Maka satu-satunya jalan adalah menerapkan prinsip irit di zaman sulit. “Irit lagi, irit lagi, sabuk sudah kencang mau dikencangin seperti apa sih!Pssst jangan keburu patah hati atau sensi. Apalagi mendorong suami untuk melakukan korupsi. Ih, amit-amit dah! Mending pastikan kehalalan pangan dan sandang meski harus melakukan penghematan ekstra.

Sebuah keluarga bisa menjadi keluarga yang kokoh secara finansial, tidak besar pasak daripada tiang jika manager keuangannya terampil dan bijaksana. Semua bergantung pada rahasia mengelola uang belanja. Setidaknya keberhasilan Ibu membahagiakan keluarga dengan uang belanja yang ia terima tergantung pada beberapa faktor berikut ini:

1.  Perlakuan Ketika Menerima Uang Belanja
Saat menerima pemberian suami, selalu berucap syukur kepada Allah Ta’ala dan berterimakasih kepada suami. Kemudian ucapkan doa: Ya, Allah, mohon cukupkanlah kami dengan rezeki yang halal agar tidak tergoda mencicipi yang haram.” Doa ini sangat penting karena bisa berfungsi seperti sugesti. Jika kita berpikir, duh, enggak cukup, deh, uang segini! Maka, mungkin saja hal tersebut menjadi nyata.

2.  Perilaku Ketika Mengelola Uang Belanja
Hindari bersikap boros. Kelola uang belanja dengan bijaksana. Dahulukan pengeluaran menurut prioritas. Selalu siapkan pos anggaran cadangan untuk hal tak terduga seperti biaya pengobatan atau iuran sosial.

3.  Uang Belanja Bukanlah Segalanya
Hidup tak bisa tanpa uang belanja, tetapi uang belanja bukanlah segalanya. Pandanglah uang belanja seperlunya, namun jangan pernah menjadikan besaran uang belanja sebagai sumber kemelut keluarga. Jika suami bekerja sebagai tenaga lepas, penghasilannya tentu tak menentu. Tidak seperti karyawan dengan gaji yang datangnya pada tanggal yang pasti. Jika kondisinya demikian, sang istri harus pandai mengelola uang belanja. Tujuannya adalah agar tidak minus ketika pemasukan belum diterima.

========

Biodata Penulis
Dwi Aprilytanti Handayani, Social media enthuasisme, buzzer, blogger, content writer. Ibu dari dua anak, senang menulis dan membaca. Blog pribadinya www.braveandbehave.blogspot.co.id
Kadang menulis juga di Indoblognet dan Kompasiana. Kontak: dwi.aprily@yahoo.co.id atau 
dwi.aprily@gmail.com



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman