Cara Asyik PDKT Tanpa Gadget

08.32

Sudah menjadi rahasia umum, pekerjaan ibu rumah tangga tidak akan ada habisnya. Sejak membuka mata di pagi buta, sampai semua anggota keluarga terlelap di penghujung hari. Bertambah tingkat keseruan, dengan ulah anak-anak yang meminta perhatian di tengah kesibukan sang Ibu. Karena hal itulah, tidak sedikit orang tua, terutama ibu, yang memilih memberikan gadget kepada putra-putrinya dengan dalih agar anak menjadi tenang dan tidak mengganggu pekerjaannya.

Tahukah Ibu, mengenalkan gadget kepada anak, terutama jika usianya belum genap dua tahun, merupakan awal dari ‘bencana’? Usia 0-2 tahun merupakan periode keemasan dalam tumbuh kembang seorang anak. Di mana ia mulai mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus serta belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Ketika anak di bawah dua tahun terpapar gadget, maka tanpa disadari, ia akan asik dengan mainan baru dan kesendiriannya. Selain terganggu interaksi sosialnya, ada dampak lain yang tidak kalah ‘mengerikan’ dari pengenalan gadget di usia dini, mulai bermasalahnya penglihatan anak dalam beberapa waktu ke depan karena radiasi yang ditimbulkannya, sampai keterlambatan dalam tumbuh kembang anak, yang didominasi oleh lamban dalam berbicara atau biasa disebut speech delay.

Dengan memberikan gadget, mungkin akan menjadi solusi yang cepat untuk mengalihkan perhatian anak. Tapi, sudah siapkah Ibu dengan dampak negatif yang ditimbulkannya?

Ada 3 cara asik dalam mengalihkan perhatian atau melakukan pendekatan (PDKT) dengan anak, yaitu :

1.  Bermain Bersama
Bagi anak di periode keemasan, ibu adalah dunianya. Apapun yang dilakukan bersama sang Ibu, akan menjadi hal yang mengasikkan baginya. Bermain yang dimaksud di sini adalah menghadirkan tubuh dan pikiran sepenuhnya dalam kegiatan bersamanya, bukan hanya menghadirkan tubuh saja, sedangkan pikiran Ibu berada di tempat lainnya. Manfaat lain dari aktivitas ini adalah Ibu sekaligus bisa menstimulasi perkembangannya. Tinggal bagaimana menyiasati waktu untuk bermain dengannya tanpa mengganggu pekerjaan lainnya.

2.  Bercerita dan Membaca Buku
Walaupun usia anak masih terbilang kecil, dengan membiasakan bercerita dan membacakan buku untuknya, selain bisa membangun kedekatan, Ibu juga bisa menambah perbendaharaan katanya dan hal itu sangat bermanfaat untuk menstimulasi perkembangan buah hati dalam berbicara.

3.  Beraktivitas di Luar Rumah
Akhir pekan adalah waktu yang ideal untuk menghabiskan waktu bersama seluruh anggota keluarga. Mengunjungi tempat terbuka seperti taman atau arena bermain, bisa menjadi pilihan. Selain tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, anak juga bisa menikmati suasana berbeda.

Dengan cara-cara ini, anak tidak akan terpaku pada gadget. Bagi yang sudah ‘telanjur’ terpapar gadget, dibutuhkan usaha dan perhatian ekstra untuk mengalihkannya.

Selamat mencoba cara asik ‘PDKT’ tanpa gadget.

======
Biodata Penulis

Sani Hasanah, lahir di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1986. Alamat saat ini, Jl H Jairi no.17 RT005/02, Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta. Ibu dari 2 orang putra yang aktif sebagai konsultan nulis dan bisnis di Indscript Creative, sekaligus juga owner bantal_mpuk serta Ibraqra baby needs & toys.

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman