Kenalan dengan Bunda Hanna, Si Crafter Sejuta Mimpi

10.16

Di antara teman-teman SMK dulu, dialah yang paling kecil dan imut. Ehem … tetapi kalau melihat penampakannya sekarang, jangan heran, ya. Bukan! Bukan karena wanita asli Kebumen ini berubah secara fisik, namun ia sudah menjelma menjadi seorang crafter dengan mimpi-mimpi istimewa. Sering sekali kreasinya berseliweran di beranda Facebook saya. Kerap juga saya kepoin, sih, hahaha …. Hal ini saya lakukan  untuk memuaskan rasa penasaran akan aktivitas dan sosoknya kini. Yuk, kita berkenalan dengan crafter sejuta mimpi, Safitri Ayunani, yang akrab disapa Bunda Hanna, Owner Hanna Handmade. 

Perkenalannya dengan dunia craft bermula di awal pernikahannya. Waktu masih anget-angetnya jadi pengantin baru hehe …. Wanita yang kini telah memiliki seorang putri bernama Hanna ini, awalnya cuma hobi mengoleksi beraneka macam bros handmade. Sampai akhirnya timbul hasrat untuk membuat bros sendiri guna mengisi waktu luangnya. Bunda Hanna ingin mewujudkan cita-citanya memiliki penghasilan, namun tetap dapat merawat suami dan anak. Ketika beliau mengutarakan keinginannya, Alhamdulillah sang Suami sangat mendukung. Semangatnya pun kian menggebu. Bunda Hanna mulai rajin buka Youtube, searching,  bergabung dengan grup crafter di Facebook, sampai belajar dari buku-buku tutorial. Semua yang berbau craft dia lahap habis, ia pelajari sungguh-sungguh.

Dari sekian banyak peluang usaha yang ada, Bunda Hanna mantap menapaki dunia craft. Kenapa, sih? Menurutnya selain enggak perlu modal besar, dan tantangan crafter untuk selalu kreatif, juga alasan usaha yang diridhoi oleh sang Suami. Baginya ridho suami adalah yang terpenting. Karena ridho Allah Ta’ala terletak pada keridhoan suami. Ini bekal utama membuka usaha yang berkah.


Sampai saat ini, Bunda Hanna masih mengerjakan orderan sendiri, kecuali jika pesanan over. Sang adiklah yang biasa menjadi karyawan dadakan. Cerita suka dan duka juga Bunda Hanna curahkan. Senang sekali tatkala customer puas dengan hasil karyanya, repeat order, kemudian menjadi pelanggan setia. Kisah dukanya adalah sewaktu si kecil sakit, pesanan otomatis molor, hingga ada yang cancel orderan. Walau diakuinya sedih, namun nalurinya sebagai ibu tak dapat dibohongi. Anak tetap nomor satu. Fokus dulu rawat buah hati hingga benar-benar pulih. Terkait pelanggan yang cancel, keyakinan kuat tertanam dalam relung hati Bunda Hanna. Bahwa Allah Ta’ala akan mengganti dengan rezeki lainnya, yang jauh lebih baik.  Hebatnya lagi, hingga kini belum ada yang komplain terkait kualitas produk-produk Hanna Handmade. 

Rangkaian produk-produk Hanna Handmade yang dibuat dengan cinta :D


Wanita tangguh ini mempunyai sejuta mimpi, ingin bisa menjahit, membuat baju rancangan sendiri, kain percanya akan dibuat bros handmade hihi … banyak, yaa. Ihh … emang apapun profesinya, jiwa crafter bakal selalu melekat pada Bunda Hanna. Dan mimpi terbesarnya adalah mendirikan KAMPUNG HANDMADE. Harapan Bunda Hanna, nantinya semua ibu akan mahir membuat beraneka macam handmade. Sekarang mimpi ini mungkin belum bisa terwujud karena pelatihannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan di siang hari, Bunda Hanna harus fokus ke anak yang sekarang tengah aktif-aktifnya. Mohon doa yaa, Sobat, semoga kelak cita-cita adanya KAMPUNG HANDMADE bisa tercapai Aamiin….

TIPS JADI CRAFTER JEMPOLAN ALA BUNDA HANNA


1. Jika ada keterlambatan dalam pengerjaan craft, secepatnya hubungi customer dan minta maaf;


2. Jelaskan dengan baik alasan keterlambatan. Pastikan kembali kepada pelanggan, apakah bisa menunggu (pengerjaan pesanan dilanjutkan) atau pesanan dibatalkan. Nah, bagi pelanggan yang sudah DP dan ingin cancel pun dipersilakan, DP akan dikembalikan. Jangan baperan atau cepat jengkel. Insya Allah ada rezeki lainnya sebagai pengganti;


3. Miliki manajemen waktu yang baik. Bunda Hanna selalu mengerjakan pesanan di malam hari setelah si kecil tidur dan siang harinya ia manfaatkan untuk membalas chat, lalu promo di media sosial Facebook (Safitri Ayunani) serta Instagram (HannaHandmade), tentunya setelah semua pekerjaan rumah beres;


4. Jadilah unik, selalu berinovasi dengan model-model baru. Ciptakan karya baru agar produk tidak monoton; 


5. Utamakan kualitas (bahan dan pengerjaan), bukan kuantitas (jumlah).


“Untuk produk mungkin bisa diduplikat karena kita belum mempunyai hak cipta, tapi untuk kualitas saya yakin tidak bisa karena handmade itu beda tangan beda hasilnya juga” tutup Bunda Hanna.


So, berminat mengikuti jejak Bunda Hanna? 


=======

Narasumber: Safitri Ayunani (Bunda Hanna)

Penulis: Dian Novandra


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway dengan tema "Perempuan yang Menginspirasi" Mau ikutan Giveaway?
Klik DI SINI



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman