Ketika Si Kecil Bertanya: Adik Datang Darimana?

07.11

Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar si kecil bertanya “Adik datang darimana?” Apakah sebagai orang tua, kita akan menjawabnya dengan galak “Hush, nggak baik anak kecil tanya-tanya seperti itu.” atau “Ih, belum pantas anak seumurmu bertanya, nantilah kalau sudah dewasa.” atau malah mencekokinya dengan kisah negeri antah berantah bahwa sang bayi dihantarkan dari surga memanfaatkan bantuan burung-burung bangau cantik yang membawanya di paruh kokohnya?

Pertanyaan semacam ini sebenarnya merupakan pertanyaan yang wajar. Si kecil bertanya bukan karena si kecil tertarik hal-hal berbau pornografi namun lebih kepada rasa ingin tahu anak-anak usia 3-5 tahun dalam kepolosannya. Menjawab pertanyaan demikian, mudah bisa menjadi rumit jika dijelaskan dengan bahasa yang ribet dan tidak sesuai pemahaman anak-anak usia dini. Pertanyaan tentang “adik datang darimana” sebenarnya bisa menjadi sarana pendidikan seks di usia dini, namun orang tua harus paham batasan-batasannya.

Jika si kecil bertanya “adik datang darimana” maka jawaban orang tua bisa jujur dan to the point, apakah dari jalan lahir normal atau melalui bedah sectio (caesar). Perlu diingat bahwa si kecil tidak bertanya detail tentang proses pembuatan bayi sehingga tidak perlu memutarkannya film yang berkaitan dengan proses terjadinya reproduksi. Namun, memperkenalkan organ-organ reproduksi pria dan wanita masih bisa diajarkan kepada anak-anak usia dini sebagai dasar memahami proses terjadinya bayi.


Perlu ditekankan kepada anak-anak bahwa bayi lahir dari hasil pernikahan. Wanita dan pria harus menikah terlebih dahulu untuk memiliki bayi. Alasannya adalah karena perintah setiap agama mengharuskan demikian dan ditinjau juga dari segi kesehatan reproduksi. Misalnya memberikan informasi bahwa untuk menikah sebaiknya adalah pada usia 20 tahunan di saat organ reproduksi sudah matang agar bayi yang dilahirkan kelak sehat dan tumbuh sempurna.

Langkah berikutnya adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk melindungi organ reproduksinya dan tidak memperkenankan seorang pun menyentuh dan memainkannya. Langkah ini penting sebagai tindakan proteksi demi melindungi si kecil dari eksploitasi seksual para pelaku kriminal.

Yang perlu diperhatikan ketika menjawab pertanyaan susah-susah gampang ini adalah orang tua seringkali harus bersabar menjelaskannya berulang kali. Buku-buku kedokteran dengan gambar berwarna, buku biologi tentang reproduksi mungkin bisa membantu orang tua menjelaskan. Tetapi usahakan jangan berbohong atau mengelak dengan kasar ketika menjawab pertanyaan si kecil agar ia tetap merasa dihargai.

==========
Biodata Penulis
Dwi Aprilytanti Handayani, Social media enthuasisme, buzzer, blogger, content writer. Ibu dari dua anak, senang menulis dan membaca. Blog pribadinya www.braveandbehave.blogspot.co.id Kadang menulis juga di Indoblognet dan Kompasiana. Bisa dihubungi di dwi.aprily@yahoo.co.id atau dwi.aprily@gmail.com

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman