4 Aktivitas Menulis yang Bikin Mala-rindu

06.49

Salah satu aktivitas pokok seorang pelajar adalah menulis. Iyess! Nyatet dan nyatet terus, deh. Pegel-pegel udah jadi makanan sehari-hari. Apalagi kalau gurunya absen mengajar. Hihihi… biasanya bakal dikasih catatan ekstra. Di balik kegiatan mencatat materi pelajaran yang tak dimungkiri membuat lelah mata dan pikiran, ternyata ada, lho, menulis yang bikin kangen. Ini beberapa di antaranya.


1. Surat Sahabat Pena
Pernah punya sahabat pena enggak, Sobat? Dulu saya rajin berburu sahabat pena di surat kabar dan majalah anak-anak. Seperti yang kita ketahui bersama, sahabat pena adalah teman jauh yang kita hubungi melalui surat. Di zaman saya masih anak-anak, memiliki sahabat pena merupakan hal yang emejing, luar biasa, istimewa hehe …. Hampir setiap majalah anak-anak dan koran minggu menampilkan kolom sahabat pena yang berisi foto, biodata lengkap, serta alamat surat menyurat teman-teman dari seluruh nusantara. Kita bisa pilih sesuka hati mau bersahabat pena dengan yang mana. Ehem … sahabat pena saya di masa kecil berasal dari Kalimantan. Hampir setiap minggu saya berkirim surat dengannya. Namanya Novi Anggraini. Sayangnya surat-surat darinya enggak saya simpan lagi, semua hanyut ketika desa saya terkena bencana banjir.

2. Kartu Lebaran
Masih di masa saya kanak-kanak. Setahun sekali menjelang Lebaran, Ayah selalu mengajak saya membeli banyak kartu Lebaran untuk dikirimkan pada sanak saudara jauh serta sahabat yang tinggal di luar kota. Sekarang masih adakah yang suka mengirimkan kartu Lebaran jelang hari raya? Boleh, lho, kalau mau kirimin saya juga haha …. Kangen sekali mendapat kiriman kartu Lebaran dan berbalas mengirim kartu. Seiring perkembangan teknologi dan komunikasi, penggunaan kartu Lebaran sebagai sarana mengucapkan selamat Idulfitri pun kian langka. Bahkan mungkin enggak ada lagi “ritual cantik” kayak gini.

3. Menulis Binder
Kalau dalam kamus bahasa Indonesia, yang dinamakan binder adalah alat untuk menjilid buku atau majalah. Tetapi ketika saya kecil, binder itu identik dengan buku yang terdiri dari kertas surat beraneka warna dan gambar. Kita cukup mengumpulkan kertas surat, kemudian disatukan menjadi buku. Kadang kalau bosan karena memiliki beberapa kertas surat yang sama, kita bisa tukar-menukar dengan teman lain. Saya dan teman-teman di SD pun sering tukaran buku binder. Kami biasanya menuliskan biodata kami atau cerita sehari-hari yang menarik di binder teman. Waktu SD saya pernah menulis kekaguman saya terhadap sosok seorang teman lelaki karena dia pintar di semua mata pelajaran. Ini cinta monyet bukan, yaa? Hahaha … entahlah! Yang jelas saya menuliskannya di buku binder salah satu kawan dekat. Rupanya kawan dekat saya menunjukkan buku bindernya (yang berisi tulisan saya) ke seantero kelas. Kebayang enggak malunya saya waktu itu?

4. Menulis Buku Harian
Nah, kegiatan ini hingga sekarang pun masih banyak yang melakukan. Saya sudah tidak aktif menulis di buku harian atau akrab disebut diary. Kalau dulu, jangan ditanya. Saya tergolong rajin membeli buku harian dan mengisinya dengan awalan “Dear diary …” hihihi …. Isinya murni curhatan dan kebanyakan yang sedih-sedih mellow.


Aktivitas yang tampak sepele seperti beberapa contoh di atas, merupakan sarana latihan menulis yang efektif, lho. Mengasah kemampuan merangkai kata dengan kegiatan yang menyenangkan, pastinya enggak bakal terasa lelah. Di antara keempat aktivitas menulis tersebut, mana yang pernah Sobat lakukan?

Penulis: Dian Novandra

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman