Kamu Ngutang, Aku Kenyang

08.50

Gambar: pixabay
“Tolongin aku dong, Jeng! Pinjemin uang lima ratus ribu aja buat beli susu anak sama bayar tunggakan kontrakan. Janji deh, kalau suamiku gajian bulan depan pasti bakal langsung aku lunasin hikss.” 

Hmm … yang namanya emak-emak kalau denger sesuatu terkait masalah anak dan keluarga, mata langsung bak kelilipan bawang merah. Hati lumer, air mata luber, hidung meler. Selanjutnya dengan ringan menyerahkan sejumlah uang, berpegang pada janji manis bulan depan bakal dibayar. Tanpa saksi tidak masalah, toh ini teman sendiri. Enggak ada jaminan bukan persoalan, dia sudah bilang mau bayar sampai nangis kejer begono jadi pasti bayar. Begitulah kata hati si emak.


Sayangnya kata hati itu tinggal kenangan *cieee. Faktanya hampir semua kasus pembayaran utang piutang selalu bermasalah, bahkan Emak sendiri pun bisa-bisa kesulitan dalam menagih si pengutang. Wah, gaswat! 

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum kita jadi target para tukang utang, mendingan siapkan resep-resep jitu guna menghindari mereka yuk, Mak!

1. Sok Kaya? Kagak Zamannya!
Enggak bakal ada asap kalau tak ada api. Seseorang sering mendekati kita terutama ketika butuh pinjaman uang pasti ada sebabnya. Cobalah introspeksi diri! Apakah sebelumnya Emak sering memamerkan kekayaan, kerap mengenakan busana mahal atau gonta-ganti gawai serta perhiasan? Hu-um ... emang kadang-kadang pamer sih, apalagi pas mau kondangan hehehe …. Biar nampak kece gitu loh! Emak sebaiknya menghindari kebiasaan negatif tersebut. Sebab tanpa Emak sadari, perilaku inilah yang ternyata mengundang para pengutang untuk mendekat. Kita jadi ibarat magnet, Mak. Mending dah kalau jadi magnet penarik hatinya Shah Rukh Khan *eh. Kalau malah membuat maniak utang nempel terus ke Emak gimana? 

2. Tolak Secara Halus
Namanya utang itu urusannya bukan cuma di dunia aja, tetapi sampai akhirat. Bila Emak tidak mau memberi pinjaman, jangan segan menolak secara halus. Pakai bahasa selembut sutra, tutup telinga rapat-rapat sewaktu mendengarkan beragam rayuan maut pengutang supaya Emak tidak berubah pikiran.

3. Tegas itu Wajib
Emak, ada spesies aneh yang datang untuk meminjam uang kepada kita karena si dia mengetahui bahwa kita orang yang mudah luluh, gampang berubah pikiran, langsung ciut tatkala dirayu ala-ala sinetron. Di sini Emak kudu tegas. Jika komitmen Emak memang enggak mau memberi pinjaman kepada orang asing atau orang luar, ya jangan sampai melanggarnya. Tetap teguh pendirian dan tegas.

4. Terapkan Prinsip Memberi
Ini adalah ilmu dari seorang mentor bisnis dan penulis ternama. Beliau dan suaminya menerapkan prinsip memberi. Artinya, ketika ada orang yang datang pada mereka untuk meminjam sejumlah uang, mereka memberinya sebagai sumbangan. Ya, enggak dihitung berutang. Sehingga tidak ada beban di antara kedua belah pihak. Sama-sama plong. Mungkin saja orang yang datang untuk berutang bakalan malu sendiri saat bertemu di luar.

Ehem … resepnya udah, ya. Tinggal dipraktekkan saja. Eh, tapi bagaimana jika Emak sudah telanjur meminjamkan barang atau harta, gara-gara kemakan rayuan maut maniak utang? Oke! Kita siapkan jurus sakti untuk menagih utang seperti di bawah ini.

1. Utarakan Keperluan
Tidak ada salahnya bicara blak-blakan kepada si peminjam uang untuk segera melunasi utangnya, dikarenakan kita juga tengah membutuhkan uang tersebut. Mencoba berbicara dari hati ke hati, hindari emosi. Jujur dan ungkapkan saja kondisi kita apa adanya.

2. Sanjungan Bikin Hati Deg-degan
Memberikan sanjungan kepada maniak utang ternyata bisa mendorongnya untuk segera membayar lho, Mak. Sebagai contoh, “Kamu tuh orangnya baik dan pengertian banget. Beda dengan kawan-kawanku yang lain, deh. Aku yakin orang sebaik kamu enggak mungkin melakukan hal-hal buruk, kan? Aku percaya sama kamu.” Sanjungan macam ini dapat membuat dia tidak enak hati dan memikirkan tentang pelunasan pinjaman. Masa orang pengertian dan baik hati nunggak utang? Kagak level, ah.

3. Bumbu-bumbu Ancaman
Ancaman enggak melulu identik dengan sesuatu yang negatif. Ucapan dengan nada mengancam, kemungkinan bisa membuatnya berpikir ulang saat berniat menunda pembayaran utangnya pada kita, Mak. Iye, ini suwer. Kalau Emak sedang bermasalah utang piutang dengan orang yang dikenal baik, langsung tembak saja dengan ancaman manis. “Oke, kalau kamu terus mengulur waktu bayar, kayaknya aku bakalan bicara pada saudara-saudaramu, deh, tentang utang ini. Maaf, ini terpaksa kulakukan karena aku lagi butuh uang juga.”

4. Cerita Terselubung
Emak pandai mengarang cerita? Waduh, bakat sesadis itu jangan 
sampai disia-siakan, Mak. Sewaktu Emak, teman-teman, termasuk tukang utang tengah berkumpul, contohnya di arisan, Emak bisa mengarang sebuah cerita yang berkaitan dengan utang. “Gara-gara utang, ditinggalin pasangan” contoh ceritanya begitu, dah. Gambarkan sedramatis mungkin nasib pasangan yang ditinggalkan karena punya utang menumpuk. Harapannya si pengutang bakal tersindir dan cepat-cepat melunasi tanggungannya.

5. Udah Gajian, Nih!
Inilah saat paling tepat menagih utang. Sentil terus si dia yang baru gajian. Kalau tidak sadar juga, mintalah traktiran atau ajak ia ke pusat perbelanjaan. Beli saja barang-barang kebutuhan Emak. Pastikan dia setuju untuk membayar sebagai ganti utangnya.

Utang itu seperti candu. Sekali ngutang, bakal ketagihan untuk melakukannya lagi. Terlebih yang diutangin diam saja, tidak enak menegur. Hmm … bakalan bablas tak berbekas uang pinjamannya, tuh. Lebih parahnya, ada yang malah marah sewaktu ditagih utangnya. Plis, jangan hobi menyusahkan diri sendiri dan orang lain dengan berutang dan terus mangkir bayar. Pokoknya berani berutang, bernyali membayar! Ingat dalam sebuah hadis Nabi dikatakan bahwa orang yang mati dengan membawa utang, maka pahala kebaikannya akan menjadi pengganti di akhirat kelak. Semoga kita terhindar dari para pengutang dan tidak termasuk golongan hobi utang ya, Mak!

Penulis: Dian Novandra

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman