#MemesonaItu Berani Tampil Beda

15.28

Makna memesona bagi  setiap orang tentu berbeda-beda. Bagi saya, seseorang dapat dikatakan memesona apabila ia berani tampil beda. Bukan hanya dari sisi penampilan yang unik, atau sikap dan perilaku yang lain dari kebanyakan orang, tetapi juga bernyali menciptakan karya out of the box.
Berbicara tentang karya out of the box, ada segudang ide yang 
mondar-mandir di sekitar kita setiap hari. Di antara sekian banyak ide, mungkin beberapa terekam dalam benak kita. Sayangnya, tidak semua orang berani untuk mengolah ide tersebut menjadi “sesuatu”. Banyak yang membiarkan ide menguap begitu saja. Hilang tanpa bekas, tiada jejak, tanpa bisa digodok menjadi karya unik serta bermanfaat untuk sesama.

Sinetron-sinetron Indonesia masa  kini kebanyakan mengangkat 
tema percintaan ala Cinderella. Suatu masa ada suguhan sinetron yang dikemas dalam wadah “nyeleneh”. Bukannya turut memproduksi sinetron bertema percintaan Cinderella, sinetron ini malah memilih melawan arus. Sebuah tayangan dakwah yang menceritakan kisah perjuangan seorang rocker ganteng,  funky, dan buta agama dalam mempelajari ilmu agama. Walau tujuan awalnya ingin merebut hati putri Pak Haji, yang berasal dari latar belakang agama yang kuat. Namun pada akhirnya si pemuda rocker benar-benar serius mendalami ilmu agama. Film tentang hantu pocong berkacamata hitam nan unyu pun sukses di pasaran. Kan, selama ini kita tahunya pocong dan kawan-kawan menyeramkan. Lha, ini kok malah pake kacamata, gaul, dan rada alay? Bukannya takut, malah ketawa-ketiwi sampai pipi geli.

Sobat ingin tampil lebih memesona? Tenang! Tidak harus merogoh 
kocek dalam, kok. Hanya perlu memupuk beberapa “benih” berikut agar pesona Sobat tumbuh lebih tinggi. Kian terpancar.

1.     Lakukan Segalanya dari Hati

Buku yang memesona :)

Pernah membaca Buku Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela? Saya pertama kali membacanya saat masih SMK. Buku tersebut ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi sebagai persembahan istimewa untuk mengenang sang kepala sekolah, yang bernama Sosaku Kobayashi. Kata demi kata yang ditulis oleh Tetsuko membuat saya terhanyut dan bisa merasakan suasana masa kecil Tetsuko, yang akrab dipanggil Totto Chan tersebut. Rasa ingin tahu dan imajinasi Totto Chan yang tinggi, keberanian, membayangkan betapa asyiknya bersekolah di atas gerbong kereta, hingga memiliki kepala sekolah yang penuh kasih sayang seperti Pak Kobayashi. Buku setebal 271 halaman tersebut saya lahap dalam sehari dan hingga bertahun-tahun, sampai saya merantau, kisah masa kecil Totto Chan masih terekam jelas di benak saya.

Melakukan segalanya dengan hati, berkarya dari hati, akan 
mengukir kenangan mendalam di hati setiap orang yang melihat atau pernah mengenal kita.


2.     Percaya Diri
Suatu hari ketika saya pulang ke kampung halaman dari perantauan, Ayah meminta saya mengirim paket  untuk saudara yang tinggal di Jakarta. Yang melayani saya saat itu bukan Pak Pos, melainkan seorang gadis berjilbab, berpakaian putih dengan rok abu-abu panjang. Iseng-iseng saya bertanya padanya. Hmm … dugaan saya ternyata benar, ia tengah PKL (Praktik Kerja Lapangan) di kantor pos tersebut. Lama saya mengamati sang gadis yang tengah memproses  paket saya. Bukan karena heran melihat seragamnya, lho. Saya terpikat dengan sosoknya. Bayangkan saja! Saat tertawa, gigi depan gadis itu ada yang tanggal. Gadis itu ompong. Tetapi ia sangat ramah, tidak malu-malu mengumbar senyum dan tawa lebar, ditambah ucapan terima kasih kepada setiap orang yang datang ke kantor pos. Tak semua gadis remaja memiliki rasa percaya diri yang tinggi, apalagi harus tampil dengan gigi ompong di depan banyak orang. Malu! Dan kebanyakan pasti berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan menggunakan gigi palsu, misalnya. Salut saya padanya.

Percaya diri akan membuatmu tetap tampil memesona, 
walau kekurangan fisik yang kau miliki sudah tampak di depan mata.

3.     Bersyukur

Kedai Nenek

Ada sebuah kedai makanan Palembang  di ujung gang tempat saya tinggal. Pemiliknya adalah seorang wanita tua. Ia kerap dipanggil nenek oleh tetangga sekitar. Setiap saya mampir ke kedainya, beliau selalu menyapa dengan hangat sembari membolak-balik pempek panggang dan mengurus adonan untuk martabak palembang. Sebenarnya anak-anak Nenek sudah menyuruhnya  berhenti bekerja. Hasil jualan yang tak seberapa, serta usia Nenek yang tidak muda lagi, menjadi alasan utama. Namun, Nenek enggan berhenti. Berapa pun pendapatan yang diperoleh, Nenek tetap bersyukur dan senang membuat pempek serta martabak, begitu saja katanya. Nenek memilih jalan yang berbeda dengan kebanyakan orang seusianya, yang pilih beristirahat di rumah atau menghabiskan seharian waktunya tanpa melakukan banyak aktivitas. Pasti lelah harus berdagang dan membuat makanan setiap hari. Tetapi gurat-gurat senyum senantiasa terukir di balik kerut-kerut wajah Nenek.

Selalu bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan kepada 
kita, membuat hati damai dan kita  pun dapat menjalani hidup dengan ringan, gembira, penuh keikhlasan.

Seseorang yang berani tampil beda dari segala sisi, termasuk dalam penampilan serta keberanian menciptakan karya unik, selalu menjadi pemenang. Dia akan memperoleh hasil yang tak terduga. Karya dan sosok yang khas pun senantiasa membekas di hati.



=======

Mau berbagi cerita memesona versi kamu? Yuk, ikuti kompetisi 
yang satu ini! Kamu cukup menuliskan apa arti #MemesonaItu versimu. Info lengkapnya di sini yaa http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu/




#MemesonaItu

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman