Tips Manis Menulis Antologi

18.48

Dalam kamus besar bahasa Indonesia yang disebut antologi itu kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Ehem … pasti udah banyak Sobat yang pernah ikutan dalam proyek antologi, kan? Gimana rasanya? Dag dig dug atau biasa aja? Jelas dong, hati berdebar-debar, apalagi pas nunggu pengumuman yang masuk jadi kontributor (penyumbang karya) aduhh sampe keringet sebiji kacang ijo keluar dari pori-pori. Hehehe ... iya pengalaman yang sama juga saya rasakan ketika mengikutinya. Proyek antologi tidak hanya berupa tulisan nonfiksi, cerpen, atau puisi saja. Namun, banyak juga yang menyelenggarakan proyek antologi kisah nyata. Sebelum Sobat nyemplung dan turut serta dalam proyek antologi, simak dulu, yuk, tips manis menulis antologi berikut ini.

1. Pastikan Sesuai Tema
Pernahkah Sobat merasa tulisan melebar kemana-mana, kurang pas 
dengan tema antologi yang diikuti? Hmm … sepertinya Sobat harus mencoba membuat kerangka karangan dulu. Tulis runtutan kisah Sobat dari awal sampai akhir. Jadi tulisan tetap fokus, berada di jalur yang tepat, sesuai dengan tema yang diinginkan penyelenggara.

2.  Perhatikan Syarat Pengiriman Karya
Jenis huruf, spasi, jumlah kata, wajib sesuai aturan penyelenggara. Satu lagi yang biasanya sering dilupakan peserta yaitu subyek email tatkala hendak mengirim karya. Contoh, subyek email: judul karya_nama penulis. Sepele! Tapi kalau tak diperhatikan, akan fatal akibatnya.

3. Pilih Tema yang Pas di Hati
Ketika Sobat memilih tema antologi yang sesuai dengan hati, tema yang Sobat sukai dan kuasai, pastinya hasil tulisan Sobat juga akan bagus. Jangan pernah memaksakan diri mengikuti semua proyek antologi, hanya karena tergiur dengan hadiah yang wow atau ikut-ikutan teman, ya.  Bukannya semua karya Sobat terpilih untuk dibukukan, malah buang-buang waktu percuma.

4. Karyamu Kudu Unik
Bayangkan berapa banyak naskah yang masuk ke meja penyelenggara setiap harinya. Apabila karya Sobat biasa-biasa saja, siapa yang mau melirik? Untuk antologi kisah nyata, coba putar kembali kisah-kisah atau kenangan masa lalu yang sesuai dengan tema. Pilih satu yang benar-benar unik, berbeda dari lainnya. Buat penyelenggara terpukau dengan kisahmu!

5. Lakukan Self Editing (Mengedit Tulisan Sendiri)
Adakah orang yang senang membaca tulisan dengan banyak coretan? Kurang huruf di sana-sini? Salah ketik atas-bawah? Pfuiih … sepertinya naskah model begini langsung ditendang ke laut, deh! Hehe … karena itulah sebelum mengirimkan karya Sobat, jangan lupa lakukan self editing. Benahi kesalahan yang ada dalam naskah. Pastikan naskah kita bersih. Kalau sudah mantap, baru kirimkan!

6. Perhatikan Ketentuan Umum
Memperhatikan ketentuan sebelum memutuskan ikut menjadi peserta proyek antologi tertentu itu penting banget, lho. Lihat baik-baik! Apakah ada poin-poin yang kurang sip. Sebagai contoh, untuk mengikuti proyek, Sobat harus membayar uang pendaftaran, kemudian perhatikan juga apa saja yang didapat oleh kontributor terpilih nantinya. Kalau dirasa enggak cihuy atau kurang sreg, lebih baik tinggalkan saja!

7. Pengantar
Buat pengantar singkat sebelum Sobat mengirimkan email. Saya selalu membuat pengantar seperti ini tatkala mengikuti proyek antologi ^^

Assalamualaikum ….

Selamat siang,

Berikut saya lampirkan naskah untuk proyek antologi (…). Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Salam,
Dian

8. Siapa Penyelenggaranya?
Sobat perlu mencari tahu juga siapa penyelenggara proyek antologi. Sekarang banyak pihak penyelenggara yang tidak jelas, bahkan marak terjadi penipuan lewat proyek buku antologi. Hmm … kudu cermat dan waspada, ya! Pastikan segalanya jelas.

Mengikuti beragam proyek antologi sangat bermanfaat sebagai batu loncatan Sobat sebelum menerbitkan buku solo. Pilih tema yang pas di hati dan pastikan penyelenggaranya tepercaya sebelum memutuskan ikut jadi peserta. Selamat menaklukkan bermacam event antologi, Sobat!

Penulis: Dian Novandra


You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman