Ketemu Hantu Gas Melon

07.27

Gambar: www.batampos.co.id
Suatu hari saya hendak menjerang air untuk bikin kopi susu. Berkali-kali saya coba menyalakan kompor,  gagal melulu. Setelah cek dan ricek eh … rupanya gas ludes. Hmm … alhasil batal acara ngopi sore ditemani keripik singkong pedas. Buru-buru saya mengambil tabung gas melon kosong, lalu meluncur ke rumah tetangga yang merupakan agen gas. Nahas betul nasib diriku hikz … gasnya habis, sodara-sodara.

Langsung puyeng sore-sore, mau cari gas kemana lagi? Di Batam, yang namanya ngedrop gas itu pake jadwal. Jadi kalau gas kita habis sewaktu-waktu, pas jauh dari jadwal drop gas, bisa dibayangkan apa yang terjadi. Pontang-panting berburu si melon yang sejujurnya lebih mirip kelapa muda hehehe ….

Akhirnya sore itu juga saya dan suami keliling cari gas. Ampun, enggak ada satu pun yang masih sisa stok gasnya. Kami muter-muter. Tiba-tiba mata saya berbinar-binar. Soalnya ada setumpuk gas melon di teras sebuah warung mungil. Kami pun langsung stop. Udah siap-siap nih, bawa gas dan pede aja ngambil gas yang masih ada isinya haha ….

“Dua puluh ribu ya, Bu?” saya memastikan seraya merogoh saku baju.

“Udah naik, sekarang dua puluh dua ribu,” jawab si ibu yang masih asyik metikin kangkung.

Waduh! Setahu saya gas harganya 18 ribu di agen dan 20 ribu di luar agen. Lha, ini kok sampai 22 ribu? Saya dan suami pun mundur teratur. Kami lanjut keliling lagi. Beberapa warung sudah disinggahi, tetapi harganya sama aja, 22 ribu per tabung. 

Di warung yang terakhir saya iseng bertanya, kenapa lebih mahal dibandingkan harga agen? Si pemilik warung bilang kalau ia membeli gas tersebut dari agen juga, dan bila dijual harga sama dengan agen mah kagak dapat untung. Itu alasannya.

Walau sudah mengantongi alasan, namun saya tetep belum bisa ikhlas membeli gas harga segitu. Bicara untung? Pake kira-kira juga dong, ngambil untungnya. Bersyukur suami juga sependapat dengan saya. Kami memutuskan untuk pulang tanpa hasil memuaskan.

Jadi gimana dengan nasib gas melon kami? Hmm … saya baru ingat kalau itu hari Jumat. Jadwal ngedrop gas ke agen di dekat rumah. Sembari menunggu, kami terus berdoa semoga gas secepatnya datang. “Klotang … klonteng ….” Aha! Ada suara tabung gas menjelang isya! Saya mengintip dari jendela. Alhamdulillah, gas melon datang! Lega sekali rasanya.


Hari ini saya ketemu hantu gas melon yang bikin hati dan otak panas dingin. Semoga para abang dan ibu yang jualan gas itu enggak lagi menjual gas dengan harga keterlaluan. 

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman