Sosial Media, Jembatan Para Ibu Bertumbuh dari Rumah

06.30

Gambar; pixabay
Jadi ibu rumah tangga membosankan dan enggak asyik! Itu pendapat beberapa teman saya. Sebelum menikah, mereka adalah pekerja kantoran. Sampai akhirnya setelah menemukan pendamping hidup, mereka pun memutuskan untuk resign dan menjadi ibu rumah tangga tulen. Tak dimungkiri aktivitas rumah yang monoton, kerap membuat para ibu jenuh. Apalagi kalau sudah selesai semua pekerjaan rumah. Lanjut momong si kecil, kalau udah ditinggal bobo, kita melongo, kebingungan harus melakukan apa lagi. Mau dibawa tidur, belum ngantuk. Nonton TV pun bosan, enggak ada acara seru. Beruntung ibu-ibu masa kini sudah mengenal gawai dan sosial media. Inilah salah satu hiburan paling murah dan menyenangkan. Bisa menyapa teman-teman atau kerabat jauh, chatting, hingga berbagi foto dan video. Lumayan, lah, sedikit mengurangi rasa jenuh yang melanda.

Rasanya tak ada ibu zaman sekarang yang belum mengenal sosial media, sebagai contoh Facebook. Semua main Facebook, update di Instagram, selalu memantau Twitter. Apakah para ibu cuma main-main saja dengan sosial media yang mereka miliki? Hohoho … salah besar! Ibu-ibu rumah tangga ternyata makin kreatif dan inovatif, lho! Sosial media yang semula hanya sarana komunikasi, kini sudah bermetamorfosis menjadi jembatan emak-emak bertumbuh dari rumah. Ya, para ibu memanfaatkan sosial media untuk menghasilkan uang. Aktivitas yang positif di tengah gempuran krisis ekonomi yang makin menghimpit. Wanita yang berkutat dengan urusan rumah tangga setiap harinya pun masih bisa membantu keuangan keluarga tanpa harus meninggalkan kewajibannya.

Nah, salah satu primadona para emak adalah berjualan online atau membuka online shop. Produknya beraneka macam, mulai dari perlengkapan rumah tangga, busana muslim, pakaian anak, obat-obatan, multivitamin, sampai dengan buku. Sebagai pedagang online, emak-emak cukup memajang gambar dan spesifikasi produk di berbagai sosial media yang mereka miliki, menjalin interaksi yang baik dengan para tetangga di dunia maya, dan tentunya melakukan promosi secara konsisten agar dapat meraup pundi-pundi rupiah. Berbeda dengan berniaga secara offline, memulai berdagang online bisa tanpa modal besar, lho. Cukup ada gawai dan koneksi internet, para ibu sudah bisa berjualan. Kece! Ngumpulin modal dulu, ya, Bu, sebelum nyetok barang hehehehe ….

Selain membuka online shop, tak sedikit pula emak-emak yang terjun menjadi blogger, penulis lepas, sampai dengan youtuber. Mereka pun memanfaatkan adanya sosial media untuk menyebarkan karya-karyanya guna mendapatkan banyak pembaca atau pengikut. Tentu tidak hanya keuntungan karya dan sosok yang makin dikenal saja yang mereka dapatkan, melainkan juga keuntungan materi, misalnya dari iklan yang ada di blog atau akun youtube mereka.

Berkarir dan bertumbuh dari rumah? Why not! Manfaatkan sosial media sebagai jembatan untuk berkarya, berbisnis, dan belajar. Para ibu dapat masuk ke dalam komunitas-komunitas sehobi dan menyerap ilmu-ilmu gratis yang diberikan oleh para senior, mengikuti tawaran training yang berseliweran di sosial media, atau mempelajari sosial media marketing via online bagi emak pebisnis online.


Menjadi ibu rumah tangga atau ibu pekerja adalah pilihan. Jangan sesali pilihan yang sudah diambil. Tetaplah positif, mengembangkan diri dari rumah dengan jembatan bernama sosial media.

Penulis : Dian Novandra

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman