Ajak Anak Main di Playground dan Petik Manfaatnya!

07.48

Mandi bola asyik ^^
Yeiyy, weekend! Wah, yang namanya akhir pekan memang selalu dinanti semua orang, tak terkecuali putri saya, Raisya. Dia tahu banget kalau ayahnya libur, artinya bisa jalan-jalan dan bermain sepuas hati. Tinggal emaknya yang teler hehehe …. 

Singkat cerita, di minggu terakhir bulan Agustus lalu, kami mengajaknya untuk jalan-jalan ke mall. Setiap Sabtu dan Minggu, hampir semua mall di Batam pasti ramai. Bukan hanya dipenuhi orang-orang lokal saja, akan tetapi juga turis yang mayoritas dari Singapura serta Malaysia. Setiba di Mega Mall Batam Center, Raisya langsung merengek
minta main ke Timezone. Dari kejauhan sudah tampak gemerlap lampu komidi putar yang ada pada bagian terdepan arena bermain. Mata Raisya berbinar-binar, semangat 45 langsung keluar. 

Komidi putar
Bukan odong-odong, tembakan, atau main pancing ikan yang diinginkannya, melainkan masuk ke area playground.  Di Timezone Playground ini, anak-anak bisa bermain sepuasnya. Enaknya lagi orang tua boleh mendampingi anak, tanpa dikenakan biaya tambahan. Anak-anak diwajibkan menggunakan kaos kaki selama berada dalam area playground tersebut. Kalau lupa bawa kaos kaki dari rumah, Emak tak perlu khawatir. Emak bisa membeli kaos kaki pada petugas/pengawas yang berjaga di dekat pintu masuk playground. Harganya 5000 rupiah saja (langsung potong saldo kartu bermain). 

Asyik buat santai :D
Jujur saya senang kalau Raisya memilih playground ketika kami berkunjung ke mall. Alasannya simpel aja, Mak. 

Pertama, Playground di Mega Mall Batam Center itu tidak terlampau luas, jadi mudah bagi orang tua melakukan pengawasan. Walau ada petugasnya, Orang tua wajib selalu memantau, lho. Ingat, Mak! Petugas atau penjaga area bermain anak itu memiliki banyak tanggung jawab, bukan hanya mengawasi anak kita saja. Jadi lebih baik lakukan pengawasan sendiri juga, daripada terjadi sesuatu yang buruk pada anak.

Kedua, bisa mengontrol sembari bersantai. Yups, yang ini saya banget, deh, Mak. Kalau main di luar rumah, Raisya itu aktifnya minta ampun. Lari sana-sini, main pasir sampai keramas tanah di kepalanya, kadang kejar-kejar ayam, kucing, belum lagi nangisnya kalau digodain teman-teman yang lebih besar. Senang dan bersyukur punya anak aktif, sebab itu salah satu tanda dia sehat. Tetapi di sisi lain, tak bisa dimungkiri bahwa kepala juga senut-senut, Mak hahaha …. Lelah hayati, deh. So, liburan dengan menghabiskan waktu di playground merupakan berkah tersendiri buat saya.

Ketiga, bebas diskusi. Raisya lagi hobi cuap-cuap cantik. Hmm .… kalau saya mau ngobrol atau membicarakan hal yang rada serius, panjang lebar dengan suami, rasanya susah banget, Mak. Paling nunggu dia tidur malam, itu pun bisa diskusi kalau mata enggak ikutan merem. Nah, anak saya dari bangun pagi sampai malam tuh on terus, enggak pakai jeda tidur siang wkwkwkw …. Sewaktu bermain di playground inilah saya dapat berbincang dengan suami kalau ada hal penting yang mau dibahas, atau sekadar diskusi ringan. 

Raisya manjat ^^
Bukan hanya saya dan suami yang hepi, tetapi anak pun mendapat banyak manfaat ketika bermain di playground, di antaranya sebagai berikut.

1. Melatih Kemampuan Sosialisasi
Playground yang diisi oleh anak-anak dari berbagai usia serta latar belakang, memancing buah hati kita untuk bersosialisasi. Biasanya mereka akan saling berkenalan satu sama lain. Diawali dengan bertanya nama, memperkenalkan diri, sampai akhirnya bisa akrab dan bermain bersama.

2. Memecahkan Masalah
Anak dituntut untuk dapat memecahkan masalah ketika dihadapkan pada tantangan. Sebagai contoh, sewaktu menemui halang rintang. Otomatis anak harus memikirkan cara agar bisa mulus menaklukkan halang rintang tersebut.

3. Bikin Anak Lebih Pede
Saat anak berhasil melakukan permainan baru, berilah ia pujian atau tepuk tangan. Tindakan yang kelihatan sepele ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak, lho.

4. Mengasah Kreativitas dan Imajinasi
Banyaknya mainan yang mungkin baru ditemui buah hati, memaksa kreativitas serta imajinasi anak bekerja. Anak akan bereksperimen dan mengeksplorasi permainan sesuai imajinasinya. Selagi tidak membahayakan anak lain dan merusak mainan yang ada, orang tua tidak perlu cemas atau melarang si kecil. Cukup awasi apa yang dilakukan olehnya.

5. Berbagi
Ajari anak untuk berbagi dengan teman-teman barunya di area playground. Misalnya, buah hati kita sudah terlalu lama memainkan sebuah permainan. Nah, ada anak lain yang tampak ingin sekali memainkan apa yang dipegang si kecil. Cobalah dekati anak dan katakan padanya untuk gantian bermain. Jelaskan bahwa ia harus berbagi permainan dengan teman-teman lainnya.

6. Pertahanan Diri
Tidak semua anak baik dan penurut seperti harapan orang tua. Ada juga anak yang agresif, usil, dan suka mengganggu. Tipe anak yang beraneka ragam, akan dijumpai di playground. Biarkan anak berbaur dan mengenal bermacam tipe orang. Ini sebagai bentuk latihan supaya anak terbiasa menghadapi tantangan saat bersosialisasi. Biar anak tahu bahwa tidak semua orang itu baik dan mau menuruti apa yang dimintanya.

Selesai bermain, pajak yang diminta si kecil adalah es krim. Haduhh … oke, deh, kita meluncur cari es krim segar. Menyenangkan hati anak sebenarnya mudah saja, kan, Mak? Beri ia perhatian dan hujani dengan kasih sayang. Enggak perlu rogoh kocek dalam-dalam. Bisa tanpa keluar modal juga kalau Emak lagi penghematan. Yang penting kasih sayang dan perhatian orang tua sampai ke hatinya.

Penulis: Dian Novandra

=====
Referensi bacaan: nakita.grid.id dan vemale.com (27 Agustus 2017) 


You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman