Melek Finansial, Kunci Seseorang Menjadi Kaya

22.23

Sumber: pixabay.com
Senin, 13 November 2017, Indari Mastuti selaku owner dari Indscript Creative mendampingi Fifie Rahardja, seorang womenpreneur perhiasan dan furniture untuk mengedukasi para perempuan tentang betapa pentingnya melek finansial. Memanfaatkan live video melalui media sosial Facebook, kedua womenpreneur ini memulai siaran langsung yang mengusung topik “Kenapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?”


Di awal siaran, Fifie mengatakan bahwa ada 3 pola finance menurut buku Melek Financial karya Robert Kyosaki, yaitu pola orang kaya, pola orang menengah, dan pola orang miskin. Pola orang miskin cenderung menikmati hasil kerjanya di depan dan selalu berusaha menggapai keinginannya. Berbanding terbalik dengan pola orang kaya yang senantiasa menikmati jerih payahnya di belakang, serta mengutamakan memenuhi kebutuhan.

Fifie juga menyampaikan pentingnya paham keuangan, termasuk bagaimana cara mengatur keuangan agar tidak menumpuk kewajiban baru. Yang dimaksud kewajiban baru misalnya, membeli ponsel atau motor anyar dengan sistem kredit. Kewajiban ini malah akan menjadi beban yang mau tidak mau harus diselesaikan. Selanjutnya pembahasan berlanjut pada masalah utang yang terbagi menjadi utang jahat dan baik. Utang jahat mengakibatkan seseorang kian miskin, sebab orang meminjam uang guna memenuhi keinginan semata. Sebaliknya, utang baik akan menghasilkan aset yang selalu masuk kantong.

Lantas, apakah HP, motor, atau rumah merupakan aset, atau justru kewajiban? Wanita yang aktif  sharing kepada para TKW di Hongkong ini pun menjawab, “Semua tergantung masing-masing orang. Apabila hanya untuk gaya itu kewajiban, tetapi jika dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan itu namanya aset.”

Perlu digarisbawahi juga bahwa aset sebenarnya bukan hanya uang. Ada aset lain yang jauh lebih bernilai daripada uang, tapi kadang tidak kita sadari sebagai contoh, pertemanan, partnership, kesetiaan, integritas, dan sebagainya.

Pesan penutup dari wanita yang aktif di kegiatan sosial seperti bank sampah dan pemilik gagasan mall kaki lima tersebut, bahwa semua memiliki nilai. Dengan melakukan kegiatan atau aktivitas positif, membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik maka nilai kita akan naik. Sementara apabila hal negatif yang selalu kita perbuat, otomatis makin menurunkan nilai kita. 

“Lakukan perkara kecil, dengan cinta kasih yang besar,” ujar  Fifie. Diharapkan dengan adanya edukasi mengenai finansial, para ibu khususnya, akan semakin cermat dan cerdas dalam mengatur keuangan.

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman