Metamorfosis Sang Pemimpi

00.01

Sumber: FB Peni Setiyo Wati
Bersemangat dan pantang menyerah, begitulah sosok Peni Setiyo Wati. Saya mengenalnya ketika masuk ke SMK. Awalnya saya melihat dia biasa-biasa saja. Bahkan terkesan kuper. Lama kelamaan pandangan saya terhadapnya pun berubah. Saya dan Peni akhirnya menjadi teman karib. Kami kerap berbagi cerita dan rahasia. Pertanyaan yang dilontarkan Peni kadang aneh-aneh, membuat saya tergelak. Kami kerap bertukar pikiran dan berbagi mimpi. Salah satu yang paling saya ingat adalah impian kami untuk bertandang ke Jepang dan menikmati keindahan bunga sakura.

Lulus SMK, Peni merantau ke Bandung. Menjalani hidup sebagai seorang perantau bukanlah hal yang mudah. Susah maupun senang, semua dipikul seorang diri. Wanita kelahiran Kebumen 26 tahun lalu ini sudah makan pahit manis menjadi seorang perantau. Sayangnya, ia hanya bertahan 6 bulan bekerja di Kota Kembang sampai akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Bekasi. Banyak teman dan kerabat yang bertanya-tanya alasannya pindah dari kota yang terkenal akan kuliner dan keindahannya itu. Apalagi di Bandung semua serba murah. Dia mantap menjawab, ingin menambah wawasan dan melanjutkan sekolah.

Di Bekasi ia mendapat peluang bekerja di salah satu perusahaan farmasi yang cukup bonafide dan menempati posisi sebagai admin. Ya, Peni lulusan SMK dan hanya posisi tersebut yang terbuka. Ia tidak puas dan merasa akan lambat berkembang dan melesat apabila tidak melanjutkan studi. Berbekal semangat dan tekad bulat, dia memutuskan melajutkan sekolah ke salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bekasi, mengambil DIII studi komputer akuntansi. Tidak seperti orang lain yang pendidikannya masih dibiayai orang tua, Peni membiayai kuliah sendiri. Dia menyisihkan sebagian gajinya guna melanjutkan studi. Toga pertama ia kenakan pada 20 November 2013 dan pada 2015 ia berhasil memakai toga keduanya. Prinsip yang kuat tertanam di relung hati Peni, bahwa hasil usaha akan lebih bernilai jika dilakukan dengan tangan dan keringat sendiri.

Sewaktu kuliah, Peni masih menyempatkan diri mengisi waktu luang dengan beragam aktivitas. Salah satunya adalah berbisnis online. Berbekal ponsel jadul, ia mencoba peruntungan di bisnis MLM. Akan tetapi, Peni merasa kurang sreg dan memutuskan berhenti dari MLM. Selanjutnya ia menjajal berjualan mainan anak secara online. Rupanya di dunia mainan anak pun perjalanannya tidak mulus. Peni harus belajar dari awal, caranya mempromosikan produk di media sosial, mencari produsen yang menawarkan harga paling murah, hingga mencari strategi yang tepat supaya bisnis tersebut bisa bertahan. Kerap kali sampai harus hujan-hujanan dan jatuh sakit hanya demi mendapatkan harga mainan termurah.

Terlahir dan dibesarkan di desa kecil yang jauh dari kesan modern, tidak lantas membuatnya berpikir sempit dan mengubur impiannya. Justru Peni semakin bersemangat untuk meraih mimpi. Kini ia telah memiliki toko mainan anak dengan brand EDUKATIF TOYS BEKASI dan bercita-cita bisa melebarkan sayap dan membuka lapangan pekerjaan guna mengurangi angka pengangguran serta membantu sesama.





You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman