Sendy Hadiat dan Bipolar yang Membuatnya Makin Tegar

22.24

Sumber: FB Sendy Hadiat
Bipolar disorder ternyata bukan gangguan perasaan biasa. Penderitanya sangat rawan melakukan aksi bunuh diri. Seperti dikutip dari laman meetdoctor, bahwa 25-60% penderita gangguan bipolar pernah melakukan percobaan bunuh diri. Sebetulnya apa itu bipolar disorder? Orang dengan bipolar dapat mengalami perubahan mood secara drastis, yang semula  bahagia bisa menjadi sangat sedih atau sebaliknya. Penderita bipolar akan mengalami dua fase yaitu, fase depresi dan mania. Saat fase depresi, penderita akan merasa lesu, tidak bersemangat, hingga penurunan berat badan. Sementara ketika fase mania, aktivitas cenderung meningkat, enerjik, bersemangat, dan lebih banyak bicara.

Pada tahun 2012, Sendy Hadiat, wanita jelita yang lahir pada 7 Desember 1984 ini dinyatakan memiliki gangguan bipolar. Sayangnya, saat itu keluarga maupun dirinya belum mengetahui cara menghadapi serta penanganan yang tepat untuk penderita bipolar, sehingga kondisinya tak berubah. Cibiran, hujatan, caci maki dari mantan istri suami Sendy beserta keluarga besar suami, makin membuatnya tertekan. Akan tetapi, Sendy tidak pasrah dan menyerah. Sadar dirinya mengidap bipolar disorder, Sendy pun berusaha menjaga emosi agar tetap stabil, menghindari hal-hal yang dapat memicu stres, atau segala sesuatu yang memancing kambuhnya fase depresi dan mania.

Selanjutnya tahun 2017 Sendy mengalami fase mania selama kurun waktu satu tahun. Munculnya fase ini dibarengi dengan deretan masalah yang hadir bertubi-tubi. Kondisi inilah yang membuat ibu dari 4 orang buah hati itu terus mempelajari segala hal terkait gangguan bipolar, mulai dari penyebab, pencegahan, hingga cara mengatasi bipolar disorder. Pengetahuan tersebut ia peroleh dari buku yang dibelinya sejak 2013. Bersumber dari buku itu pula, Sendy menemukan alamat psikiater yang ia rasa bisa membantunya.  Sendy pun rutin berkunjung ke psikiater itu dan hingga saat ini masih mengonsumsi obat, walau dosis dan pemakaiannya hanya saat dia benar-benar memerlukan.

 Juni 2017, Suami Sendy bertemu dengan psikiater tersebut dan akhirnya menjadi caregiver yang senantiasa membantunya. Dahulu sebelum sang suami menjadi caregiver, ketika  fase depresi tengah dialami Sendy akibat perilaku mantan istri suami atau anak-anak, Sendy lebih memilih diam atau menangis sendirian karena tak ada yang mendengarkan keluhannya. Akan tetapi setelah Suami berperan menjadi penolong Sendy, suamilah yang selalu memberinya semangat dan dukungan, ditambah anak-anak yang senantiasa menguatkan, membuat Sendy merasa jadi seseorang yang amat berarti.

Saat ditanya apakah kini Sendy bahagia? Wanita yang mempunyai nama asli Sendy Winduvitri ini pun menjawab mantap bahwa dirinya sangat bahagia. Bahagia karena ia bisa hidup apa adanya. Bebas meluapkan emosinya dengan menangis atau marah tanpa harus merasa takut ditinggalkan maupun kehilangan. Ia sadar bahwa hidupnya hanya milik Allah Ta’ala. Sendy bahagia sebab memiliki keluarga yang utuh, dapat menjalankan kodrat masing-masing, sebagai suami, istri, dan ibu. Dia pun bahagia sebab bisa menjadi seseorang yang sangat berarti untuk keluarganya.

Tidak ada seorang pun yang ingin mengidap gangguan bipolar. Akan tetapi seiring pengetahuannya tentang gangguan perasaan tersebut, Sendy dapat menerima dirinya sebagai penderita bipolar dan melampiaskan emosinya dengan melakukan hal-hal positif. Sendy yakin bahwa bipolar disorder merupakan karunia untuknya dan Allah Ta’ala pun tidak akan meninggalkan dan melupakannya.

Berniat ingin berbagi kisahnya kepada semua sahabat perempuan, Sendy akhirnya mengikuti private writing coaching dari Indscript Creative.  Kisah lika-liku kehidupan Sendy  sebagai seorang bipolar ini tertuang dalam sebuah buku setebal 160 halaman yang berhasil ia tulis dalam waktu 2 hari. Harapannya, buku berjudul “Menemukanmu dan Menemukannya” tersebut dapat menginspirasi pembaca betapa pentingnya membangun hubungan yang hangat dengan keluarga, tidak perlu malu atau takut untuk peduli akan psikologi, mental, dan kejiwaan.



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman