Gambar tema oleh Igniel

About me


Dian Novandra. Ibu dari dua buah hati, Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman.
Content writer
Blogger pemula

Laporkan Penyalahgunaan

Heart Selling, Teknik Jualan yang Bikin Hujan Closing


heart selling
Sumber: FB Indari Mastuti























Media sosial selain sebagai wadah interaksi dengan kerabat, berkomunitas, ajang eksis, juga banyak dimanfaatkan untuk berbisnis online. Yups, para pebisnis gemar mempromosikan produknya via media sosial. Beberapa medsos yang belakangan ngehits buat jualan adalah Facebook serta Instagram.

 

Di Facebook, selain berpromosi gratis via Facebook personal, kita pun dapat memanfaatkan layanan berbayar bernama FB ADS atau iklan Facebook. Nah, untuk dapat beriklan, kita harus memiliki Facebook Fanspage lebih dahulu. Ehemm … guna mengetahui lebih lengkap terkait cara jos iklan dengan FB ADS, silakan berkunjung ke rumah Mbah Gugel, ya, hehe .... 

 

Heart Selling, Cara Jualan yang Pas Banget Buat Emak-emak Olshop

 

Memakai layanan berbayar dan panen closing atau penjualan melimpah itu wajar. Akan tetapi, mungkinkah bisa demikian dengan hanya memanfaatkan Facebook personal? Tentu saja hal tersebut dapat terjadi. Meski kita memakai modal gratisan, tetap berpotensi mendapatkan hasil penjualan maksimal, asalkan tahu cara atau tekniknya.

 

Saya ambil contoh, produk Indblack Premium Lovesock berupa handsock. Sarung tangan muslimah ini laris manis dan selalu diserbu pembeli. Selain desain yang eksklusif, handsock premium pun tidak dibuat secara massal.

 

Untuk satu desain, hanya diproduksi 700 handsock, ya. Pokoknya kece, deh. Prinsip mempromosikan produk Indblack atau barang jualan lainnya itu sama. Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu kelebihan serta kekuarangan barang atau produk yang hendak dipasarkan. Catat satu demi satu dan gunakan poin-poin tersebut untuk bahan promosi.

 

Kedua, teknik promosi yang cantik. Banyak trik berjualan yang tentunya sudah sangat familier bagi para pemilik usaha online. Di antaranya, copywriting, hard selling, soft selling, covert selling, dan terakhir adalah heart selling.

 

Dari beberapa contoh ini, teknik heart selling adalah yang termudah. Mengingat semua jaringan pemasaran Indblack adalah kaum hawa, termasuk emak-emak yang ogah ribet, maka teknik inilah yang paling tepat. Heart selling atau dikenal dengan iklan baperan adalah teknik promosi ala emak-emak yang dicetuskan oleh Indari Mastuti, Owner Indblack dan Indscript Creative.

 

Kita tidak perlu berpikir keras atau mengingat rumus macam-macam. Dalam heart selling, kita boleh menulis apapun alias menulis bebas. Modalnya hanya rajin mengamati. Coba perhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita, kaitkan dengan produk, dan jadilah status baperan yang mengandung promosi terselubung.

 

Misalnya, “Yang namanya drakor memang selalu kece parah heuheu …. Kemarin lihat drakor, nangis bombay, Mak. Soalnya ending syedih. Selesai nonton, orderan masuk bertubi-tubi bikin senam jempol, padahal si kecil lagi demam. Tapi enggak masalah, dah. Udah resiko jualan handsock Indblack emang begihin, sibuk nyatet psenan tiap hari. Moga Emak juga panen closing, yak. Smungut!”

 

Produk Indblack yang memang hanya dijual melalui media sosial, memakai teknik ini guna menggaet lebih banyak calon pelanggan. Tidak heran kalau angka penjualan Indblack Premium Lovesock selalu melejit dari hari ke hari. Laris manis dan hujan closing dengan modal media sosial gratisan, why not?

 

Tips Berjualan dengan Teknik Heart Selling

 

Meskipun tampak sederhana, kalau tidak dilatih, membuat status baperan rasanya susah minta ampun. Jadi, latihan tetap merupakan kunci utama bisa menjalankan teknik yang satu ini dengan luwes. Nah, sekarang kita bahas beberapa tips atau catatan penting yang harus diperhatikan sebelum beriklan dengan cara khas emak-emak ini:

 

1. Tentukan Tema

Saya kerap menggunakan teknik ini dalam berpromosi lewat media sosial. Menentukan atau mencatat tema setiap harinya akan mempermudah kita dalam membuat status. Akan tetapi, ada juga yang enggak pakai tema segala. Langsung hajar bikin status. Ini lebih ke masing-masing saja, ya.

 

Saya biasa membuat tema harian. Misalnya, parenting (Senin), traveling (Selasa), dan seterusnya. Kemudian saya mengingat kembali cerita berkesan yang berhubungan dengan tema itu untuk jadi bahan nyetatus.

 

2. Membawa Produk

Selanjutnya jangan lupa kemana pun kita pergi, senantiasa membawa produk kita. Jadi, kalau pas lagi ada momen langka atau berada di tempat yang cantik, bisa jepret. Kita eksis terus bareng produk. Itu dapat diunggah ke media sosial, lo. Orang melihatnya momen kita sedang liburan, misalnya. Namun, secara tak langsung orang tersebut sudah melihat produk kita yang ada dalam foto. Kalau sering-sering begini, coba apa enggak melekat produk kita di benak masing-masing pembaca?

 

3. Sepi Jempol

Jualan itu kadang rame, kadang sepi. Dinikmati saja dan jangan sampai mengeluh. Demikian pula ketika status heart selling yang sudah kita buat beberapa jam lalu sepi interaksi. Kita jangan baper. Evaluasi apa yang salah. Mungkin kita kurang peduli atau tak pernah menyapa tetangga dumay dengan cara menaburkan jempol maupun berkomentar. Kalau begini, wajar status sepi. Maka yang harus dilakukan ialah perbanyak interaksi.

 

4. Heart Selling Pakai Hati

Namanya heart selling juga wajib menggunakan hati. Benahi niatnya, untuk silaturahmi di samping jualan juga. Enggak mungkin, kan, sehari baru kenal langsung closing? Intinya benahi niat dan jualan yang jujur. Berikan pelayanan prima.

 

Teknik heart selling ini sudah banyak dipraktikkan oleh para pelaku online shop. Nah, jika lapak sepi, cobalah trik yang satu ini. Membuat status santai, tapi closingnya dijamin enggak santai.

Dian Novandra
Hai, saya Dian Novandra. Ibu dari Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman. Senang menulis artikel dan cerita anak.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email