5 Hal yang Diimpikan Orang Tua dari Buah Hati yang Telah Dewasa dan Berumah Tangga. Sudahkah Kita Melakukannya?

11.11


Sumber: pixabay/sylviebliss

Kasih sayang orang tua sepanjang zaman, kasih sayang anak sepanjang galah. Yups, rasa cinta dan sayang orang tua terhadap anak memang akan melekat selamanya. Bahkan ketika sang anak telah berumah tangga. Akan tetapi tidak demikian dengan anak. Rasa peduli, cinta, serta sayang kepada orang tua dapat terkikis. Tergantikan oleh kesibukan kerja, mengurus rumah tangga, harta benda, hingga segudang aktivitas duniawi yang menyita waktu. Apakah yang diinginkan orang tua sebenanya?

1. Ingin Didengar
Masa tua adalah waktu paling tepat bagi anak untuk membahagiakan orang tua. Jangan berpikir kalau membuat hati ayah dan ibu senang itu  hanya bisa dilakukan dengan memberikan “upeti” berupa uang bulanan maupun hadiah-hadiah mewah. Sejatinya ada satu hal yang lebih berharga yaitu mau mendengarkan.

Orang tua yang notabene lebih banyak beraktivitas di rumah tentu kerap mengalami kejenuhan. Hal inilah yang sering memicu emosi mereka. Terlebih apabila suatu waktu kita mengadu masalah rumah tangga maupun pekerjaan. Tindakan ini justru akan semakin membebani hati orang tua. Ketahuilah bahwa ayah dan ibu hanya ingin didengar. Maka, luangkan waktu serta buka telinga guna menampung curahan hati mereka. Jika ingin berkeluh kesah atau curhat, hendaknya dengarkan solusi dari mereka. Hindari membantah apalagi mengajak berdebat, meski pendapat orang tua kadang tak sejalan dengan pemikiran kita.

2. Libatkan dalam Aktivitas Kita
Carilah kegiatan yang bisa dilakukan bersama orang tua. Sebagai contoh, ibu senang memasak. Maka, sesekali ajak beliau untuk berbelanja hingga memasak hidangan. Atau ayah suka berolah raga. Tidak ada salahnya kita mengajaknya olahraga bersama saat akhir pekan. Luangkan waktu sebentar untuk ayah-ibu. Senantiasa melibatkan mereka dalam kehidupan dan aktivitas kita, akan membuat ayah-ibu merasa bahagia. Tentunya hal ini juga berdampak baik bagi kesehatan mereka.

3. Meminta Pendapatnya
Galau karena suatu hal atau memiliki masalah yang tak kunjung menemukan jalan keluar? Ingatlah bahwa kita masih mempunyai orang tua. Ayah-ibu tentu sudah “makan” manis-pahit kehidupan. Pengalaman mereka pun pastinya lebih banyak dibandingkan anak-anaknya. Cobalah untuk berdiskusi atau meminta pendapat orang tua. Bisa jadi pendapat mereka merupakan solusi terbaik dari kegalauan maupun permasalahan kita.

4. Sopan Santun
Tempatkan orang tua pada posisinya. Jangan berucap kasar apalagi berlaku kurang ajar. Merasa sudah berumah tangga, memiliki kehidupan sendiri, bisa mandiri dalam mencari penghasilan, bukan alasan bagi kita untuk ngelunjak, memperlakukan ayah-ibu seenak jidat. Ingatlah bagaimana mereka mencintai kita kala kecil, membimbing dan mendidik kita hingga sebaik saat ini, sampai meraih prestasi gemilang, sukses dalam pekerjaan dan pendidikan. Semua tak lepas dari peran serta orang tua. Ingat posisi! Anak tetaplah anak. Tak pantas untuk berujar dan berperilaku kasar terhadap ayah-ibu.

5.  Selalu Ada
Pernahkah ayah atau ibu meminta bantuan, tetapi malah kita abaikan dengan alasan sibuk? Air mata orang tua akan tumpah tatkala dianggap tidak penting lagi oleh sang anak. Meskipun kegiatan segunung atau pekerjaan begitu memakan waktu, berusahalah selalu ada untuk mereka. 

Bagi yang tinggal jauh dari orang tua, dapat meluangkan waktu dengan menelepon dan berbincang, sekadar berbagi cerita, maupun menanyakan kabar. Saat ada telepon atau pesan masuk dari mereka di waktu sibuk, sempatkan membalas sesegera mungkin saat masa senggang. Ukir senyum di bibir orang tua dengan membuat mereka merasa kita siap sedia membantu. Bahwa sang anak masih seperti yang dulu. Bahwa anaknya masih si kecil yang selalu membutuhkan ayah-ibu.

Membahagiakan orang tua cukup dengan cara yang sederhana. Jangan abaikan mereka, senantiasa menjaga sopan santun, tahu diri, dan buatlah mereka merasa senantiasa dibutuhkan. Catatlah bahwa apabila kita ingin rezeki melimpah, maka perlakukan orang tua layaknya raja. Jika kita memperlakukan ayah-ibu bak pelayan, jangan heran jika kelak rezeki kita sebatas recehan.


Salam,


Mak Belalang



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman