Membius Pembaca dengan Teknik Story Telling

04.56

Flyer training Joeragan Artikel

Bosan. Begitu kata si kecil tiap kali saya membacakan buku cerita menjelang tidur. Memang tidak setiap malam saya melakukannya. Hanya jika si kecil meminta, beragam buku cerita bisa dipilihnya. Selanjutnya membacakan cerita adalah aktivitas malam saya. Sayangnya, entah kenapa anak saya mulai bosan dengerin emaknya. Katanya, mama enggak asyik, bacanya kenapa begitu, serta sederet komplain yang harus saya telan sampai ia benar-benar terlelap. Duh, bingung binti pusing saya mendengar ocehan bocah. Tetapi itu masukan yang berharga. Saya menerimanya seraya mencari tahu apa yang harus dilakukan supaya anak tidak bosan mendengar saya membaca dongeng maupun cerita kesayangannya.

Pas banget, tanggal 14 Juli 2018 lalu, Joeragan Artikel mengadakan sebuah training baru. KELAS STORY TELLING. Jujur, awalnya saya tertarik karena melihat flyer yang unyu-unyu gemesin. Ehh … lama-lama kepincut juga untuk mengikuti kelas yang satu ini. Sepanjang saya jelajah media sosial, training story telling ini termasuk jarang. Di samping itu, yang membuat saya mantap mengikuti kelas ini karena training-nya dilakukan via offline dan online, serta bisa diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa. Jadi kita dapat memilih untuk mengikuti kelas sesuai dengan kondisi dan ketersediaan waktu. Hmm … kalau yang dekat (Bandung) bisa langsung meluncur, tuh, ke Café Braga Punya Cerita.

Berkenalan dengan Story Telling

Story telling bisa juga disebut mendongeng maupun bercerita. Akan tetapi teknik ini melibatkan gerak tubuh dan mimik wajah, sehingga kita bisa mengetahui intonasi, dialek, diksi, serta bahasa tubuh si pencerita. Materi story telling ini mirip seperti teatrikal. Beberapa contoh story telling adalah monolog, stand up comedy, atau sharing cerita. Untuk bisa sukses melakukan teknik yang satu ini, pencerita diharapkan bisa menjiwai dan masuk ke dalam kisah yang hendak diceritakan. Libatkan jiwa, raga, dan hati tatkala ber-story telling sehingga pesan dalam cerita akan tersampaikan dengan baik kepada pembaca maupun penonton.

Setelah sesi materi, dilanjutkan dengan praktik. Yeay! Ini yang paling ditunggu-tunggu. Sebab, sebanyak apapun kita mencari ilmu di kelas offline maupun online, tidak akan ada gunanya jika minim praktik. Intinya, dapat ilmu langsung eksekusi dan konsisten berlatih. Lihat video penampilan dari teman-teman sesama emak serta bocah-bocah berbakat di kelas offline, bikin saya iri sekaligus lumer. Duh, kece-kece sekali! Ditambah moderator yang renyah kayak keripik Mbak Nurlaela, deuh … makin berguncang panggung kelas ini. Saya pengin hadirrrr!

Note: Beberapa kali saya rekaman, masih kerasa belum cucok ^^ Cuzz mau belajar lagi, ah! Bikin video story telling dari salah satu antologi saya. Maaf, belum pede di-share heuheu (siapin hati dulu yaa wkwk).

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman