Menata Waktu: IRT dengan Bocah Balita, Produktif Menulis Tanpa ART? Bisa!

06.26

Sumber gambar: pixabay/rawpixel
Ketika terbiasa menulis setiap hari, dan suatu masa tidak melakukannya, tangan rasanya "gatal". Tidak sabar memegang pena, memelototi laptop, dan merangkai kata demi kata. Sayangnya, banyak ibu rumah tangga yang berkeinginan menjadi penulis produktif, namun tidak kunjung menulis. Salah satu masalah terbesarnya adalah waktu yang sempit. Harus mengurus rumah dan kebutuhan anggota keluarga, mengasuh bocil, serta seabrek aktivitas lain yang menguras tenaga, waktu, dan pikiran.
Saya merasakannya. Memang lelah harus nguprek rumah setiap hari. Bosan dan jenuh juga kerap menghampiri. Kalau dituruti, saya bakal kubur dalam-dalam mimpi jadi penulis produktif. Eh, ternyata takdir justru membawa saya lebih dekat ke mimpi saya.

Kini menulis minimal tiga artikel sehari sudah biasa dan terasa mudah. Tidak ngap-ngapan lagi. Asyik sekali bisa menulis di berbagai media online, menambah teman baru, tetap eksis dan produktif menulis dengan dua bocil yang tersenyum bahagia di belakang saya. 

Ditambah menjadi "tukang benerin naskah" dan admin di salah satu website yang mengharuskan kita aktif online setiap hari (kecuali weekend), semuanya merupakan buah dari skill menulis yang dimiliki. Yups, dengan menulis kita bisa menambah uang jajan. Paling tidak beli bedak dan susu anak enggak harus minta ke bapak tersayang hehe .... Setelah dipelajari dan bongkar pasang manajemen waktu, ternyata formula produktif para IRT tanpa ART itu mirip, lho.

Memanfaatkan Waktu yang Sempit
Sebagai IRT yang sering online, tentunya ponsel selalu ada di dekat kita. Daripada bergunjing ngomongin orang, lebih baik cari peluang untuk bisa eksis, produktif menulis, happy, sekaligus menghasilkan uang. Di sela mengurus balita, kita bisa mengamati sekeliling. Benda yang berserakan atau sampah menumpuk sekalipun adalah gudang ide buat para ibu kreatif. Tulis sesingkat mungkin poin yang hendak dikembangkan menjadi artikel, baik di note hp atau buku catatan kecil.
Misalnya, melirik mainan anak yang berantakan (ide yang ditulis, cara memilih mainan yang aman untuk anak atau tips cepat merapikan rumah buat bunda yang punya balita). Inilah waktu khusus untuk memungut ide bagi tulisan kita di hari berikutnya. Saya menarget mengumpulkan minimal lima ide setiap harinya. Makin banyak, maka kian baik.

Melakukan Riset
Setelah memutuskan ide yang hendak dieksekusi untuk tulisan esok hari, kita bisa memulai riset. Saya biasa melakukan teknik kombinasi, terutama jika harus menggarap artikel atau tulisan lebih dari dua. Yaa ... misalnya saja kudu nulis lima artikel. Teknik kombinasi, maksudnya? Begini, dari lima artikel tersebut, dua artikel adalah tulisan yang bersumber dari pengalaman pribadi sehingga tidak memerlukan riset yang mendalam (sebab sudah ngelotok dan paham materinya). Sementara sisanya adalah artikel yang butuh riset mendalam. Jangan lupa tulis penjelasan singkat dari poin-poin penting dalam artikel, sehingga kita mudah untuk mengembangkannya.

Mencatat Aktivitas Harian
Kegiatan IRT yang seakan tidak ada habisnya, mengharuskan seorang ibu lebih cermat sehingga tiap detik waktunya bermanfaat. Di sinilah pencatatan itu wajib dilakukan. Kita perlu mencatat aktivitas apa yang hendak dikerjakan esok, berurutan dari yang terpenting. Jadi  tidak melakukan segalanya secara acak yang mengakibatkan manajemen waktu kacau, pekerjaan tak selesai dengan tuntas. 

Gunakan waktu kita untuk melakukan kegiatan positif, alih-alih duduk bergosip ria. Menjadi penulis produktif dimulai dengan menata pikiran. Berpikir yang baik, sibukkan diri dengan seabrek kebaikan, melakukan interaksi dan jalin silaturahmi dengan sebanyak mungkin orang, buatlah to do list, sehingga tahu apa yang hendak dilakukan dan mulai dari mana.

Salam,

Mak Belalang


You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman