Gambar tema oleh Igniel

About me


Dian Novandra. Ibu dari dua buah hati, Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman.
Content writer
Blogger pemula

Laporkan Penyalahgunaan

Hidup Numpang Di Rumah Saudara. Senang atau Nyesek?

8 komentar




Hidup numpang di rumah saudara menurutmu senang atau nyesek? Sejatinya semua tergantung pribadi masing-masing. Jadi, saat memutuskan merantau baik untuk mencari pekerjaan maupun meneruskan studi, kadang kamu harus tinggal di rumah kerabat maupun saudara.

 

Beberapa alasan yang tak memungkinkanmu mencari kost atau mengontrak rumah di antaranya, penghematan, daerah yang masih asing, hingga mentok diizin orang tua.

 

Akan tetapi menumpang di rumah saudara tidak selamanya menyenangkan, lo. Walau mereka adalah orang-orang yang sudah kamu kenal sebelumnya, tentu ada sisi yang tidak cocok dengan dirimu. Suka duka apa, sih, yang akan kamu alami saat menumpang di tempat kerabat? Berikut beberapa di antaranya.

 

1. Tidak Enak Hati

Tatkala berada di rumah sendiri, kamu bebas melakukan apapun tanpa takut atau malu. Hal tersebut tidak akan kamu rasakan kala tinggal di hunian saudaramu. Justru rasa canggung akan menghiasi hari-harimu. Kamu pun akan cenderung lebih berhati-hati melakukan segala tindakan, sebab masih belum memahami aturan di rumah tersebut.

 

2. Hidup Numpang di Rumah Saudara Harus Siap Menolong

Sepulang kerja atau kuliah, enaknya selonjoran sambil nonton film kesayangan, ya. Sayangnya, hal seperti ini kebanyakan hanya angan belaka. Sebab secara reflek, kamu akan melirik kiri dan kanan. Mencari pekerjaan yang bisa kamu bantu. Saat saudaramu terlihat kerepotan dengan pekerjaannya, kamu pun harus siap sedia menolongnya.

 

3. Mengorbankan Waktu Istirahat

Kala badan lelah akibat tugas kuliah segudang atau capai disebabkan lembur, sementara tuan rumah sibuk berbenah, mau tidak mau kamu pun harus ikut bekerja. Catat bahwa dirimu adalah penghuni baru yang wajib menyesuaikan diri sesegera mungkin.

 

4. Sifat Saudara

Sama halnya seperti berteman, kamu pun membutuhkan waktu untuk memahami sifat asli saudara. Jangan heran jika saudara yang mulanya kamu anggap sabar, setelah beberapa lama tinggal di rumahnya berubah garang.

 

5. Perlakuan yang Berbeda

Tak jarang kamu pun merasa seperti diperlakukan berbeda dengan anggota keluarga lain. Ini umum terjadi dan wajar sekali. Maka kamu harus bisa menyesuaikan diri secepat mungkin, agar orang-orang tidak segan ketika hendak mengobrol maupun minta bantuan.

 

6. Kebebasan

Saat tinggal di rumah kerabat, kita tak bisa benar-benar bebas keluar-masuk rumah. Ada jam dan peraturan lain yang wajib dipatuhi. Kebebasan tidak hilang, namun berkurang. Untuk mengikis kejenuhan, lakukan aktivitas yang disukai atau geluti hobi. Jangan biarkan pikiran jadi negatif dan malah menjadikan keluarga saudaramu sebagai musuh akibat dianggap merenggut kebebasan.

 

7. Aturan

Pahami dan terapkan aturan yang berlaku. Ketahui bahwa tuan rumah akan senang dan nyaman dengan seseorang yang patuh serta mau menaati peraturan di rumahnya.

 

8. Menghemat Uang

Menyewa kamar kost maupun rumah kontrakan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Terlebih jika lokasinya strategis, dekat dengan beragam fasilitas umum, dan tempatnya nyaman, tentu harga sewanya lebih tinggi. Dengan tinggal di rumah saudara, kamu tidak harus mengeluarkan uang sewa dan bisa mengalihkan dana tersebut untuk keperluan lainnya.

 

9. Terkontrol dan Lebih Disiplin

Tinggal di rumah saudara menjadikan hidupmu lebih terkontrol. Kamu yang terbiasa bangun seenaknya, akan kian disiplin. Tak ada lagi jam karet, aktivitas pun berjalan teratur. Penyebabnya tidak lain karena ada rasa tidak enak di hatimu ketika kebiasaan burukmu terlihat di hadapan saudaramu.

 

10. Saat Tepat Mengubah Perilaku

Bersama saudara yang notabene adalah orang lain merupakan waktu paling tepat untuk mengubah perilaku. Kikis sikap dan sifat burukmu. Berusahalah bertindak dan melaksanakan aktivitas positif. Jika kamu melakukannya setiap hari, lama kelamaan akan melekat dan menjadi kebiasaan baru yang dapat mengantarkanmu menuju kesuksesan.

 

Hidup Numpang di Rumah Saudara yang Menyebalkan?

 

Tak dapat dimungkiri bahwa saudara kita juga orang biasa. Tentunya tak luput dari kesalahan. Ada kurang dan lebihnya, sama seperti diri kita. Nah, kalau ketemu saudara yang menyebalkan, apa yang harus dilakukan?

 

1. Perbanyak Sabar

Kesabaran kamu akan diuji ketika bertemu saudara yang sikapnya kurang baik. Satu-satunya cara untuk bisa bertahan adalah dengan menambah kesabaran. Tutup telinga untuk ucapan negatif yang ia katakan. Tampung saran atau ucapan positif meski cara penyampaiannya tak kamu sukai.

 

2. Cari Kesamaan

Penting bagi kamu untuk mencari kesamaan dengannya. Contoh, jika kamu tahu dia suka menonton film, kamu dapat membuka obrolan ringan tentang film, atau bila dia dan kamu suka berkebun. Alokasikan waktu bersama untuk belanja tanaman dan menata kebun.

 

3. Anggap Angin Lalu

Omongan yang keterlaluan bisa kamu anggap angin lalu saja. Ingat bahwa kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita. Jadi, buat apa mendengarkan ucapan yang justru membuat pikiran kita jadi negatif?

 

Kebanyakan orang “makan hati” tatkala hidup numpang di rumah saudara. Rasa ini muncul akibat ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri. So, tahu diri dan pandai beradaptasi ialah kunci supaya kamu tetap nyaman, meski tinggal seatap bersama.

 

 


Dian Novandra
Hai, saya Dian Novandra. Ibu dari Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman. Senang menulis artikel dan cerita anak.

Related Posts

8 komentar

  1. Paling setuju poin pertama, tidak enak hati hihi. Itu saya banget. Tapi tergantung sodara, kalo sodaranya ikrib bingit saya bodo amat gak ada rasa gak enak hati *mungkin lebih tepatnya kurang ajar yes wkwk. Tapi kalo yang belum terlalu deket, nah ini pasti gak enakan banget hehe. Btw, makasih bun sharingnya, keren pisan tulisannya ❤️

    BalasHapus
  2. postingannya membantu sekali mak.. pikiran positif ya, oke catat!

    BalasHapus
  3. meenumpang di rumah orang atau saudara itu mengajarkan empati, kedisiplinan dan kemandirian
    Nice post

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah belum pernah ngerasain numpang di tempat saudara :D

    BalasHapus
  5. Sya malah suka duka ditumpangin sama saudara pernah terjadi mba...hix tiga bulan

    BalasHapus
  6. Yes, kuncinya adaptasi, menyesuaikan diri dan belajar memahami lingkungan dan karakter orang-orang di sekitar, ya, supaya semuanya terasa nyaman

    BalasHapus
  7. Saya belum pernah ditumpangin, kecuali keponakan-keponakan yang ingin menginap dan main

    BalasHapus
  8. Belum pernah nginep di rumah sodara selain kakakku
    Kalau kakak kandung sih enak2 aja
    Cuma emng klo nginep d rumah temen/orang lain bawaanny sungkan y mb

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email