Lupakan Pekerjaan Sejenak. Yuk, Coba Me Time Murmer Sehat Ala Emak Pejuang Deadline!

19.29


Setelah menikah, saya memilih jadi ibu rumah tangga. Seharian berkutat dengan urusan dapur, kasur, dan sumur, ternyata bikin lelah jiwa raga dan rentan menimbulkan kebosanan. Tapi saya bersyukur memiliki aktivitas lain yang membuat hati girang dan bahagia ketika melakukannya. Yups, menulis! Dengan menulis saya bisa mengusir kejenuhan dan rasa penat akibat gempuran tugas ibu rumah tangga yang seakan tiada habisnya. 

Penulis freelance adalah profesi sampingan saya, Mak. Ehem … memang belum menghasilkan pundi-pundi rupiah sekelas Bunda Maia atau Lady Gaga, namun lumayan buat beli popok-susu bocah. Banyak yang bilang kalau kerja dari rumah itu menyenangkan. Enak cuma duduk doang dapet transferan. Asyik pakai daster sembari panen duit. Keren bisa ngurus bocah sambil sabet sana-sini, pastinya tabungan tambah gendats *eh gendut maksudnya. Mereka tidak tahu saja bahwa memilih bekerja dari rumah nggak selamanya manis, Mak.

Sebagai penulis freelance, saya harus pandai mengatur waktu. Sekadar peringatan, kalau emak belum bisa mengelola waktu dengan baik, pikirkan masak-masak sebelum merangkap jabatan (jadi IRT sekaligus kerja). Itu berat, biar saya saja *lho, kok jadi Dilan? Wkwk …. Hal ini dikarenakan hidup emak bisa jungkir balik. Kehidupan rumah tangga dan “kantor” akan berat sebelah. Biasanya pekerjaan akan lebih diutamakan daripada urusan rumah tangga. Tak jarang, wanita yang memilih bekerja dari rumah kemudian lupa pada kodratnya (jangan sampai terjadi pada kita, ya).

Nah, untuk menyiasati waktu yang hanya 24 jam supaya efektif, emak bisa membuat to do list berisi kegiatan yang hendak dilakukan dalam satu hari mulai dari mata melek sampai dengan bulan nongol alias malam hari. Saya sendiri membuat to do list tanpa mencantumkan waktu. Jadi hanya poin kegiatan saja yang ditulis secara runut. Pernah coba pakai waktu, Mak. Eh … malah saya tertekan hehe …. Intinya mau pakai waktu atau nggak, yang penting bikin emak nyaman.

Tolong, Deadline Mengejarku!

Inilah salah satu tantangan menjadi penulis. Deadline! Saya kerap menerima pesanan artikel atau berburu lomba menulis. Baik itu garapan artikel maupun lomba, umumnya memiliki batas pengiriman atau yang dikenal dengan sebutan deadline. Jujur, saya termasuk pejuang deadline. Entah kenapa ide seret banget keluar kalau mengerjakan proyek maupun tulisan untuk lomba jauh-jauh hari. Jadi biasanya saya setor mepet (1-2 hari sebelum jatuh tempo wkwk).

Namun ada kalanya kebuntuan menyerang  di ujung waktu. Kan, bahaya banget kalau udah mepet deadline malah stuck. Aduh duh duh … pusingnya bukan main. Jika hal ini terjadi, saya tidak memaksakan diri, Mak. Saya berhenti sejenak, meninggalkan aktivitas menulis, dan menikmati me time.

Me time ngapain?
Ke salon buat perawatan?
Makan syantik di café kesayangan?
Dinner bareng pasangan pake lilin di kiri-kanan?
Nyetrika segunung ampe berkeringat ibarat baru fitnes?
Baca buku hasil pinjem ke tetangga sebelah?
Atau nonton drakor favorit ditemani kerupuk melempem akibat nutup kurang rapet?
No! Big no! Halah hihihi ….

Saya memilih me time sehat dan asyik, dong. Biar tubuh bugar, ide mengalir lancar. Caranya, dengan membuat wedang jahe. Sejak dulu saya memang suka wedang jahe. Di samping anget, rasanya yang pedas-pedas nyelekit kayak kembaran cabe ini juga memberikan sensasi yang beda pas nyeruputnya.

Saya biasa membuat wedang jahe sendiri. Cukup dengan sebonggol jahe yang dibakar sebentar sampai kulitnya agak gosong, bersihkan, kemudian iris tipis; ambil gula merah atau gula pasir; masukkan semua bahan ke dalam sepanci kecil air; rebus sampai aromanya keluar, deh. Gampang, kan?

Akan tetapi cara ini agak makan waktu. Sehingga sebelum wedang jahe selesai diracik, kadang bayi sudah bangun. Ini, nih, repotnya. Si kecil nggak mau saya tinggal. Udah bau emak pokoknya haha …. Cuma geser ke dapur saja nangis kejer (maklum saya tinggal di rumah kontrakan, nggak ada yang jaga anak). Kecuali kalau ada si bapak yang lagi libur, agak ayem saya ninggalin bayi.

dok. pribadi
Oleh karena itu saya pun mencari cara biar bisa tetap me time bersama wedang favorit tanpa harus pakai lama membuatnya. Jreng … jreng … pas ke mini market, saya ketemu ama herbadrink sari jahe. Saya perhatikan bungkusnya yang kotak kecokelatan, itu memang minuman serbuk jahe instan. Pokoknya posisinya berjejer, sari jahe, sari temulawak, dan lidah buaya. Weitss … langsung saya pilih yang sari jahe. Mau nyoba dulu, ngetes apakah rasanya seenak bikinan sendiri.



Jahe, Rimpang Segudang Manfaat

Sumber: pixabay/ Couleur
Jahe tergolong tanaman rimpang dan biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur selain diracik menjadi bahan utama pembuatan minuman. Wedang jahe memang paling pas dinikmati kala cuaca dingin atau malam hari, ya. Meski demikian sebagian orang (termasuk saya) selalu meminum wedang jahe di segala suasana. Inilah beberapa manfaat jahe yang wajib diketahui.

1. Mengurangi Mual
Emak pernah mengalami mual akibat vertigo atau morning sickness kala hamil muda? Coba saja konsumsi jahe mentah atau minuman jahe guna mengurangi rasa tak nyaman di perut. Perlu dicatat bahwa ibu hamil tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat-obatan. Oleh sebab itu disarankan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter ketika hendak mengonsumsi jahe atau hasil racikan berbahan jahe seperti permen dan minuman.

2. Meredakan Sakit Kepala
Ketika sakit kepala melanda, biasanya kita akan merasakan lingkungan sekitar berputar, mata berkunang-kunang, tak jarang menimbulkan rasa mual. Nah, kondisi ini bisa diredakan dengan konsumsi minuman jahe.

3. Meminimalkan Rasa Sakit
Emak yang baru memulai hidup sehat, biasanya akan mengawali dengan berolahraga. Sayangnya, karena terlalu semangat otot-otot malah jadi tegang dan sakit. Guna mengurangi rasa sakit, Emak bisa meminum suplemen jahe atau wedang jahe setiap hari. Di samping itu, jahe juga mampu meringankan rasa sakit akibat menstruasi. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa sekitar 60% rasa sakit dikarenakan haid akan berkurang usai mengonsumsi jahe.

4. Antiinflamasi
Salah satu senyawa yang terkandung dalam jahe adalah gingerol. Senyawa ini bersifat anti radang atau antiinflamasi. Tak heran banyak penderita osteoarthritis (nyeri dan kekakuan sendi) serta rematik menyatakan rasa sakit yang diderita berkurang tatkala rajin mengonsumsi rimpang pedas tersebut.

5. Baik Bagi Pencernaan
Kandungan phenolic yang terdapat dalam jahe disebut sangat bermanfaat bagi pencernaan, lho. Selain mampu cegah kontraksi perut, jahe pun bisa membantu pergerakan minuman beserta makanan yang berada di pencernaan.

Memangkas Waktu Biar Me Time Bersama Wedang Jahe Makin Panjang

Sekotak herbadrink sari jahe yang isinya 5 sachet @ 22 gram telah ada di tangan. Kini saatnya pembuktian! Saya langsung pergi ke dapur dan memasak air. Ceritanya mau bikin wedang jahe sebelum bertempur dengan setumpuk deadline tulisan yang wajib disetor lusa heuheu ….

Dan rasanya …. Hmm … hmm … hmm … (ini ngapain, sih, wkwkwk).

Asli seger, deh. Jahe dan panasnya terasa banget. Aroma jahe menguar mengusik hidung. Bikin saya kebat kebit, nggak tahan untuk nyeruput. Pelan-pelan saya nikmati minuman hangat tersebut. Emang ini minuman serbuk tradisional nusantara yang nggak cuma bisa menghangatkan tubuh, namun menghangatkan hati dan dompet emak juga *wink. Secara sekotak, tuh, saya beli harganya cuma dua belas ribuan doang (kalo pas promo kayaknya bisa dapet lebih murah heuheu *dikeplak). Sambil merenung di malam yang syahdu, sesekali mata melirik ke dua malaikat kecil yang sudah menjelajah pulau kapuk, iler di mana-mana wkwkwk …. Nggak apa-apa yang penting kita bahagia.

Sekarang saya tidak perlu repot membuat wedang jahe. Tinggal masukkan herbadrink sari jahe, tambahkan air panas, aduk, seruput, deh.  Bekal buat pejuang deadline sekaligus me time asyik nan hemat. Oh, ya, minuman serbuk dari Konimex ini juga cucok meong dinikmati dalam kondisi dingin (pakai air es), tetep syeger manjah.

dok. pribadi

Saya punya quote (baca: kuwoot) ala-ala … kadarnya hihi
Lelah ngurus rumah tangga, jangan lantas membuatmu berhenti berkarya. Segarkan tubuh dan pikiran dengan me time bersama wedang jahe aka herbadrink sari jahe - Dian Novandra

You Might Also Like

1 komentar

Total Tayangan Halaman