RIP Bella. Ternyata Begini Isi Hati Cat Lovers

04.53



Sumber: hobinatang.com

Hewan itu mendekati saya, memandang dengan memelas. Mata birunya berkedip-kedip seraya terus mengeong. Dia enggan diberi makan. Sudah dicoba juga untuk memberinya minum, tapi disentuh hanya sedikit. Mulanya saya tidak menyukai kucing. Geli dengan hewan berbulu tersebut. Namun entah kenapa, melihat kucing yang ada di hadapan saya sore itu, rasa iba menggelayuti hati.

Akhirnya kami menamai si kucing, Bella. Matanya yang kebiruan cantik dengan hidung mungil sedikit kemerahan. Bella dibawa oleh keponakan. Ia terpisah dari induknya. Ia bayi kucing yang menggemaskan. Antara geli dan kasihan. Bella yang terus mengeong membuat hati makin teriris. Saya membayangkan bagaimana jadinya kalau bayi saya terpisah sama seperti Bella. Terpaksa hidup sendiri di tempat yang asing. Sungguh menyedihkan. Meski masih geli, saya sudah bertekad untuk merawatnya. Ya, Bella harus hidup!

Beberapa hari Bella sudah mau bermain. Ada tanda-tanda keceriaan dari tingkahnya yang mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, rumah kami. Alhamdulillah … kami sangat bersyukur. Dia juga mau minum susu dan makan. Hal ini membuat kami merasa sedikit lega. Semakin lama, kami kian sayang kepada kucing lucu tersebut. Saya sempat memandikannya dan mengeringkan bulu-bulu Bella yang keabuan. Hampir setiap hari dia bermain dengan Raisya dan Faris, duo bocils.

Sampai suatu malam, Bella terus mengeong karena kandangnya kami taruh di dekat meja teras. Saya pikir Bella mungkin kedinginan dan memutuskan untuk memasukkannya ke dalam rumah. Eongannya berhenti. Lega. Sayangnya keesokan harinya ketika saya dan anak-anak hendak mengajaknya berjemur, Bella tampak tidak bersemangat. Ia enggan makan dan minum. Eongannya tak lagi saya dengar. Hati saya mulai gelisah. Berkali-kali saya memanggil Bella dan dia cuma terkulai lemas. Kami memberinya makan dan minum, tak disentuhnya.

Bella kucing peranakan dan masih bayi. Ternyata setelah kami ke dokter hewan dan mengonsultasikan kondisinya, Bella membutuhkan perawatan khusus yang lalai kami lakukan.

1. Menggunakan bohlam oranye sebagai penghangat di kandang berupa kardus, kandang khusus, maupun kotak. Kami hanya memberikan Bella kotak dengan kain lembut di dalamnya sebagai penghangat.

2. Tidak meletakkannya di luar rumah ketika hawa dingin. Sementara kami  beberapa kali meletakkan kandang tersebut di teras.

3. Minum susu khusus. Ini yang sangat saya sesali, Bella tidak diberi minum susu khusus sejak awal. Please, maafkan kami Bella sayang.

4. Makan harus lembut. Yaps, Bella membutuhkan makanan lumat dan agak lembek. Ia belum bisa menggigit makanan keras.

19 Januari 2019, Bella pergi untuk selamanya setelah kami pulang membelikan susu untuknya. Saya dan suami berkaca-kaca seraya membawanya untuk dikuburkan. Ada rasa sesak di hati saya, tentu saja disertai sedikit penyesalan. Andai kami lebih cepat sampai …. Namun, saya kembali menampar diri. Bahwa ini sudah takdir ilahi. Titip Al Fatihah untuk teman-teman yang membaca tulisan ini. Untuk Bella, si mungil yang akan selalu ada di hati kami.

Note: Alhamdulillah di rumah ada 2 kucing anakan baru ^^ Mungil dan lucu. Pengobat kangen pada Bella.

Update: 29 Januari 2019




You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman