Jadi Penjual Kue Itu Asyik

05.14


Sumber: gulalives.co

Alah, ngapain jualan kue? Nitip ke lapak-lapak gitu? Untungnya recehan!

Salah satu pengalaman tidak terlupakan dan begitu saya syukuri adalah masa ketika saya dihadapkan pada pilihan menjadi pedagang kue. Yaps, dagang kue-kue basah seperti donat, roti isi, roti goreng, bakwan, tahu, untuk sarapan pagi. Kebanyakan para pekerja di PT (perusahaan elektronik atau sejenisnya) yang mencari sarapan ringan non-nasi ini. 

Selain praktis dan murah, kue-kue juga mengenyangkan dan sangat cocok buat isi perut sebelum pulang maupun ketika hendak berangkat kerja. Jadi penjual kue itu asyik sekaligus capek hehe …. Bukan cuma harus ngadon tepat waktu, kita juga kudu mengantar ke lapak-lapak atau warung-warung guna menitipkan dagangan secepat mungkin. Kalau nggak cepat, bakal dapat lokasi kurang strategis. Jadi, wadah kue kita diujung paling belakang. Tak tersentuh mata pembeli wkwkwk

Saya bukan orang yang doyan masak, apalagi bikin kue-kue hingga jajanan pasar. Namun, karena keadaan yang kepepet, terpaksa belajar bikin aneka kue basah. Ehh … ternyata lumayan enak juga dan pastinya puas karena olahan tangan sendiri. Ada kurang-kurangnya tetep aja nikmat dimakan. 

Sedihnya kalau jelang jam tutup lapak atau warung (jam 12 siang) kita intip, kue masih menumpuk di wadah. Tidak banyak pembeli yang colek-colek. Ya, untung biasanya hanya 2000-10.000 rupiah tergantung jumlah kue terjual. Kudu diputer lagi agar bisa produksi besok. Kondisi ini membuat para penjual kue harus pandai atur strategi. Gimana caranya agar roda dagang tetap jalan, meski pembeli pasang-surut tidak menentu.

Saya juga bertemu dengan banyak orang tidak terduga. Orang-orang yang kemudian membuka jalan saya untuk menjajakan kue ke lapak-lapak baru. Supaya dagangan tersebar lebih luas, dan peluang terjual makin banyak. Alhamdulillah nggak ada ruginya jadi penjual kue. Banyak pengalaman tak ternilai yang saya peroleh:

1. Dapat skill yang nggak disangka-sangka. Jadi bisa bikin kue-kue, gorengan, jajanan pasar endul sendiri (ekh dibantu si bapak hihi);
2. Puas banget kalau kue habis, meski untung recehan;
3. Seneng kalau ada yang bilang kue kita enak, besok ngedrop di mari lagi yee. Asyekk;
4. Sedih pas sisa kue banyak;
5. Bertemu orang-orang tidak terduga yang kemudian jadi jalan atau pembuka rezeki saya;
6.  Jadi mahir atur strategi dagang;
7. Manajemen waktu makin jos gandos.

Nah, itulah curcol saya tentang profesi yang pernah saya lakoni. Ada yang jualan kue juga seperti saya? Bisa share pengalamanmu yuk!



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman