Ketahui 3 Dampak Mengerikan Tindakan Mom Shaming

04.46

Sumber: pixabay.com


“Kenapa bayi diberi susu formula. Anak saya full ASI, lo!”

“Nggak kasihan anak ditinggal untuk bekerja? Tega banget.”

“Kok pilih nitip ke pengasuh, sih. Padahal bisa gitu ngasuh anak sendiri.”

Kicauan tersebut tentu tidak asing di telinga kita. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh University of Michigan (2017) yang melibatkan setidaknya 475 ribu orang, diperoleh hasil bahwa sekitar 62% ibu pernah mengalami mom shaming. Perilaku tak terpuji ini umumnya berupa perundungan atau bullying, kritik dengan nada menyindir, yang ditujukan kepada seorang ibu terkait cara pengasuhannya, tanpa mempertimbangkan latar belakang budaya, finansial, dan keluarga.

Ironisnya mom shaming kebanyakan justru dilakukan oleh orang-orang terdekat sebagai contoh, mertua, orang tua kandung, sahabat, teman, hingga tetangga. Perlu diketahui bahwa mom shaming dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kehidupan ibu yang menjadi korbannya. Berikut beberapa dampak negatif tindakan mom shaming.

1. Runtuhnya Kepercayaan Diri Ibu
Kritik maupun opini pedas yang dilontarkan baik secara langsung maupun via media sosial, dapat membuat kepercayaan diri ibu yang di-bully runtuh. Dianggap tidak bisa merawat dan menjaga buah hati dengan baik hanya karena perbedaan cara mendidik, kerap disalahkan atau disindir, menjadikan ibu tidak lagi merasa dihargai. Akibatnya ibu pun akan bingung menentukan pola asuh yang tepat bagi buah hati.

2. Memicu Stres
Krisis kepercayaan diri karena kerapnya mendapat bully-an mampu memicu stres. Terlebih bagi ibu yang tidak siap dengan kritik, mudah terbawa perasaan, dan selalu berpikir negatif. Untuk menghindari tekanan yang bisa mengganggu kesehatan fisik dan jiwa, kita bisa mengalihkan pikiran dengan melakukan hobi, berjualan, atau bergabung ke komunitas yang dapat menyalurkan energi positif.

3. Rentan Terkena Baby Blues Syndrom
Diperkirakan sebanyak 50-80% ibu yang baru melahirkan mengalami sindrom yang satu ini. Penderita baby blues syndrome akan mudah menangis, bersedih, gampang tersinggung, dan susah beristirahat. Sindrom baby blues bisa muncul 3-4 hari setelah kelahiran si kecil dan mungkin berlangsung hingga dua mingguan.

Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Jika tidak peduli atau hanya ingin basa-basi lebih baik kunci mulut kita rapat-rapat, daripada mengeluarkan ucapan yang berpotensi menyakiti hati ibu lainnya.



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman