7 Tips Tetap Santai dan Bahagia Hadapi Kehamilan Lewat Waktu

04.00


Sumber : pixabay

Apa yang emak rasakan tatkala harus menjalani kehamilan lewat waktu? Kalau saya udah panas-dingin bin panik nggak karuan, Mak. Kondisi kehamilan masing-masing ibu berbeda-beda. Ada yang mengalami masa mengandung dengan bahagia, santai, tanpa keluhan. Sebagian lainnya dihadapkan pada kenyataan bahwa kandungannya bermasalah, harus bed rest, mengurangi aktivitas, menghadapi kehamilan lewat waktu, hingga lebih sering melakukan cek ke dokter kandungan demi memastikan kesehatan jabang bayi serta ibu.

Pada umumnya kehamilan berumur antara 38-41 minggu/ 37-40 minggu, tapi sebagian ibu hamil mengalami masa kehamilan lebih panjang. Kondisi kehamilan lewat waktu dikenal juga dengan sebutan prolonged pregnancy atau postterm pregnancy

Faktor penyebab terjadinya kehamilan lewat waktu belum diketahui secara pasti. Akan tetapi umumnya kehamilan yang telah melewati HPL ini disebabkan oleh sang ibu yang tidak tahu pasti HPHT atau hari pertama haid terakhirnya, sehingga mengalami kesalahan dalam menghitung HPL (hari perkiraan kelahiran); siklus haid tak teratur, obesitas, faktor keturunan atau genetik, sampai hamil anak lelaki. Apabila Emak mengalami kehamilan yang sudah melampaui waktu 42 minggu, jangan stres dan galau dulu, ya! Berikut beberapa tips supaya bisa tetap santai dan bahagia menjalani postterm pregnancy.

1. Mencari Second Opinion  

Sebagian dokter kandungan akan menyarankan ibu yang kehamilannya sudah lewat dari perhitungan atau HPL, namun belum ada tanda-tanda hendak melahirkan, untuk segera melakukan tindakan induksi hingga operasi caesar. Mungkin Emak pernah mengalaminya juga? Ketika impian persalinan normal seketika menguap akibat vonis dokter kandungan, biasanya para ibu jadi patah semangat. Khawatir, was-was berlebihan. Tanpa pikir panjang, langsung menuruti ucapan sang dokter. 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tindakan tersebut. Karena setiap orang tua pasti akan melakukan yang terbaik bagi buah hati. Tetapi, sebelum memutuskan mau induksi atau caesar, sebaiknya Emak mencari second opinion. Yaps, cobalah untuk berkonsultasi kepada beberapa dokter kandungan, alih-alih memercayai seorang dokter saja. Pendapat dokter kandungan biasanya berbeda-beda, jadi hal ini perlu Emak lakukan guna menghindari kecemasan berlebih.

2. Mengecek Persiapan
Jelang persalinan adalah waktu paling tepat untuk mengecek persiapan. Lihat kembali apakah ada perlengkapan bayi yang kurang. Teliti keperluan Emak juga, seperti, kain, pakaian, hingga celana yang hendak dibawa ke tempat bersalin. Di samping itu, pastikan kamar si kecil sudah lengkap dan siap menyambut kehadirannya. Ups … tak ada salahnya membeli stroller atau mainan-mainan yang digantung guna mempercantik kamar malaikat kecil Emak.


3. Pastikan Istirahat Cukup
Persalinan membutuhkan tenaga ekstra. Kelelahan akibat terlalu banyak begadang hingga tekanan karena memikirkan buah hati yang tak kunjung lahir, justru akan membuat Emak stres dan lemah. 

Dampak lainnya adalah daya tahan tubuh yang menurun. Oleh sebab itu, pastikan Emak beristirahat cukup dan rileks. Seperti ucapan Bidan Yesie Aprillia, seorang praktisi dan trainer hypnobirthing serta gentle birth, “TRUST YOUR BABY and TRUST YOUR BODY”. Percaya bahwa tubuh Emak adalah “mesin” yang sempurna. Ia akan berubah dan bersiap untuk persalinan. 

Ajak pula si kecil dalam kandungan berbicara. Alirkan energi positif ke dalam tubuh Emak. Sehingga persalinan lancar dan menyenangkan.

4. Adakah Tanda Persalinan?
Saat perut terasa mulas, rona wajah ibu pasti bahagia. Sayangnya, ketika kontraksi ternyata tidak bertahan lama atau bumil mengalami braxton hicks (kontraksi palsu), membuat para ibu dirundung rasa kecewa karena harus menunggu waktu persalinan lebih lama. Ibu hamil yang bahagia tidak akan mengeluh maupun drop hanya karena kontraksi palsu. Nikmati segala proses kehamilan dengan berpikir positif. Emak juga perlu mengetahui tanda-tanda melahirkan sudah dekat seperti berikut ini :


Merasakan kontraksi palsu atau braxton hicks selama kurang lebih 30-120 detik. Kontraksi ini tidak kuat dan hanya terasa pada area panggul serta perut. Berbeda dengan kontraksi asli yang terjadi pada bagian punggung sampai dengan perut bagian depan;

- Nyeri perut , kram, rasa sakit dan panas pada punggung seperti hendak menstruasi;

- Ketuban pecah. Air ketuban ini bening seperti air seni, akan tetapi tidak berbau dan terus menerus keluar tanpa jeda;

- Susah tidur malam, kecemasan, dan sering buang air kecil. Frekuensi meningkatnya buang air kecil diakibatkan oleh bayi yang hendak turun ke panggul menekan kandung kemih;

- Keluar lendir bercampur darah yang berarti ada pelebaran jalan lahir. Keluarnya cairan yang umumnya berwarna merah muda, bening, dengan sedikit darah tersebut bukan selalu merupakan tanda persalinan, tapi juga bisa disebabkan oleh berhubungan seks.

5. Lakukan Hal Positif
Memilih berdiam diri tanpa melakukan hal-hal positif justru membuat pikiran negatif mudah menyerang. Dampaknya adalah kecemasan berlebihan, mudah tersulut emosi, sering sedih tanpa sebab, dan stres. 

Nah, sembari menunggu “tanda cinta” dari bayi dalam kandungan, Emak dapat melakukan beragam aktivitas positif. Tekuni kembali hobi yang mungkin lama Emak tinggalkan misalnya, merajut, melukis, hingga menulis; berkumpul dengan komunitas-komunitas ibu hamil dan menyusui guna menambah pengetahuan, ikut kajian keagamaan, dan sebagainya.

6. Dukungan
Jika kekhawatiran tak kunjung berkurang, mintalah dukungan dari orang-orang terdekat. Termasuk apabila Emak mengalami kesulitan dalam bergerak atau butuh seseorang mendengarkan curahan hati Emak. 

Salah satu yang berperan penting dalam menciptakan kenyamanan bagi Emak adalah suami. Bentuk dukungan yang diberikan suami tak hanya dalam bentuk perhatian saja, bisa juga melakukan induksi alami dengan berhubungan seks yang aman untuk ibu hamil. 

Selain itu suami pun bisa mempersiapkan makanan, seperti nanas, terong, hingga teh cinnamon. Tentunya harus lebih dahulu berkonsultasi dengan bidan maupun dokter Emak sebelum mencoba bahan-bahan atau makanan yang disinyalir manjur sebagai induksi alami tersebut.

7. Rasakan Gerak Janin
Emak harus lebih peka dalam merasakan gerakan janin. Ibu  yang berada dalam keadaan santai, rileks, tentu dapat merasakan gerakan-gerakan lincah si kecil. Umumnya bayi dalam kandungan akan aktif pada malam hari atau ketika sang ibu mengonsumsi minuman atau makanan yang manis.

Postterm pregnancy tidak perlu disikapi dengan berlebihan. Emak harus menyadari bahwa pikiran negatif justru akan berdampak buruk bagi buah hati. Maka, ketika mengalami kehamilan lewat dari 42 minggu, tetap siaga tanpa was-was. Lakukan beberapa langkah efektif seperti di atas dan bersiaplah mengalami persalinan menyenangkan.





REFERENSI

Kompas Online. (2013, 25 Maret). Ketika Kehamilan Sudah Lewat Bulan. Diakses pada 25 September 2018, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2013/03/25/10374537/ketika.kehamilan.sudah.lewat.bulan *dengan narasumber: dr Irsyad Bustamam, SpOG, dari RSIA Hermina Podomoro, Jakarta.

bidankita.com. Tips untuk tetap “SURVIVE” di Kehamilan Lewat Waktu. Diakses pada 25 September 2018, dari http://www.bidankita.com/tips-untuk-tetap-survive-di-kehamilan-lewat-waktu/
*website milik Bidan Yesie Aprillia, praktisi dan trainer hypnobirthing serta gentle birth.

urmc.rochester.edu. Post-Term Pregnancy- Health Encyclopedia- University of Rochester Medical Centre. Diakses pada 25 September 2018, dari https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p02487


Penulis : Dian Novandra

Update : 15 Mei 2019






You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman