Berburu Berkah Ramadan Melalui Nasi Berkah Lima Ribu Rupiah

07.39

Sumber gambar : lifestyle.kompas.com


Ramadan merupakan momen berkah buat para ibu rumah tangga seperti saya. Yaps, paling nggak kalau pagi kita bisa rada santai menikmati udara yang masih segar. Tanpa harus mikir masak apa buat sarapan hehehe …. Ketahuan malasnya, deh. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tahun ini saya isi dengan membantu seorang teman membuat sekaligus berjualan takjil. Kolak, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, es cendol, dan aneka kue, kami sediakan di lapak sederhana yang tak jauh dari rumah. Keuntungannya gimana? Emang rame jualannya? Laris nggak? Ya ampun, Anda kepo apa peduli, sih? Nanya detail amat wkwkwk …. Alhamdulillah jualan kami lancar. Ya, begitu namanya dagang kadang laris, ludes. Di hari lain sepi pembeli.

Saya baru merasakan, bagaimana capeknya berjualan makanan plus sesekali bantu menjaga lapak. Rasanya tidak sebanding keuntungan yang didapatkan dengan rasa lelah tubuh yang bisa hinggap berhari-hari (mungkin karena belum terbiasa). Belum lagi kalau melihat lapak orang sebelah yang selalu ramai. Deuhh asli bikin iri. Yes, soalnya lapak kami didatangi pembeli biasanya setelah pukul 17.00. Kata teman saya, sisa-sisanya baru beli ke kita hehe …. Sebetulnya itu sudah bisa diprediksi, sih. Mengingat kue-kue yang dititipkan ke lapak kami, jujur kurang kekinian dan jauh dari kesan menarik dari segi penampilan (walau rasa mah nggak kalah endul).

Selain takjil manis, ada satu produk khas lapak kami yang dijamin tidak dijual di kedai manapun. Namanya NASI BERKAH BY KATI KITCHEN BAROKAH. Salah satu yang menarik perhatian orang-orang untuk datang ke lapak kami adalah nasi campur tersebut.

Orang di balik layar Kati Kitchen adalah Mama Pida atau akrab kami panggil Bunda. Beliau ialah ibu pekerja. Hebatnya di tengah kesibukan yang luar biasa, Bunda masih menyempatkan diri untuk memasak dan berjualan nasi campur. Dibantu seorang asisten, setiap hari Bunda menyediakan nasi campur menggunakan wadah plastik berbentuk kotak, sehingga lebih higienis dan enak ditenteng kemana-mana.

Mulanya kami agak bingung dan kaget ketika beliau mengutarakan niatnya untuk membuat nasi campur murah meriah. Dengan lima ribu rupiah, kita bisa mendapatkan seporsi nasi putih lengkap dengan ayam, sayur, sambal, dan lalapan. Murah banget, kan? Kami berpikir, apa Bunda bisa dapat untung kalau dijual segitu. Mana pakai wadah plastik yang lumayan harganya. Itu, kan, masuk modal juga. Apa iya, dengan lima ribu bisa balik modal?

Ternyata bukan keuntungan yang diincar Bunda. Seluruh hasil penjualan nasi tersebut, akan disumbangkan untuk anak-anak yatim dan kaum papa di akhir Ramadan nanti. Masya Allah. Saya dan teman pun langsung menyetujui niat Bunda menitipkan nasi di lapak kami. Adanya nasi berkah itu tidak hanya menjadi daya tarik para pembeli, melainkan juga menularkan rezeki untuk dagangan kami. Beberapa orang yang datang mencari nasi campur, tak jarang melirik kue-kue serta takjil. Alhamdulillah … ikut diborong.

Rasa bahagia bercampur haru hampir tiap hari menyelimuti hati saya selama Ramadan ini. Saya yang dulu hanya sebagai pembeli, kini merasakan perjuangan luar biasa para penjual dalam mencari rezeki halal. Kadang sampai magrib, kue dan bubur masih tersisa. Saya hanya memandangnya seraya berharap esok hasil penjualan akan lebih baik.

Bagi saya, bisa berjualan di bulan nan suci ini juga merupakan berkah ramadan. Dari menjadi penjaja makanan, saya belajar banyak hal.

Kesabaran dan menyetel otak agar senantiasa berpikir positif ketika melihat lapak orang lain ramai, dan lapak sendiri masih sepi.

Mengelola hati kala apa yang kita harapkan, tidak sesuai dengan kenyataan.

Kegigihan untuk terus mencari rezeki dengan jalan halal, meski hasil atau uang yang diperoleh sedikit.

Dan betapa pentingnya inovasi produk guna memenangkan persaingan usaha.

Berkah Ramadan ini, semoga menjadikan diri saya lebih baik di masa depan. Bagaimana dengan Emak? Apa aktivitas selama Ramadan? Yuk, share!



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman