Pengalaman Ramadan Berkesan : Antara Hantu Kran dan Junk Food

20.20

Sumber : pixabay



Praktis dan lezat, demikian pendapat sebagian besar orang ketika ditanya mengenai junk food. Sesuai namanya, junk food adalah sajian miskin gizi yang mempunyai kandungan enzim sangat minim. Fast food atau makanan cepat saji merupakan salah satu contoh junk food yang diminati berbagai kalangan.
 Mengudap sajian ini sesekali, tidak akan menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan. Lain halnya jika Anda memberikan junk food pada buah hati setiap hari. Tindakan ini memancing berbagai gangguan kesehatan. Berikut ini adalah bahaya junk food bagi kesehatan anak.

1. Tinggi Gula
Junk food mengandung gula yang sangat tinggi. Dalam satu botol minuman bersoda misalnya, mengandung setidaknya sepuluh sendok gula. Apabila dikonsumsi berlebihan, makanan ini akan mengakibatkan peningkaan kadar gula darah. Dampaknya adalah konsentrasi anak terganggu dan berpotensi lebih besai mengidap diabetes tipe 2.

2. Penyebab Kerusakan Hati
Tingginya kadar lemak trans dalam junk food bisa menggangu kesehatan hati. Lemak tersebut akan tertimbun dalam hati tatkala Anda tidak membatasi konsumsi junk food pada si kecil. Efeknya adalah terjadinya kerusakan hati.

3. Meningkatkan Risiko Kanker
Kanker menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti hingga saat ini. Pengobatan yang cukup sulit ketika udah berada pada stadium lsnjut, membuat orang tua harus ekstra waspada dan benar-benar memperhatikan gizi buah hati. Kalori yang terkandung dalam berbagai jenis junkfood memicu obesitas pada si kecil. Kondisi kegemukan inilah yang membuat pertumbuhan sel kanker yang seharusnya ditekan sel ketahanan tubuh, pertumbuhannya malah terdorong lemak.

4. Bahan Berbahaya dalam Junkfood
Banyak bahan berbahaya terkandung di dalam makanan siap saji yang tentu dapat menganggu kesehatan. Sebagai contoh, Bahan aktif BHA (Butylated Hydroxyanisole), zat pengawet yang mampu meningkatkan risiko kanker; MSG sebagai bahan pemicu kegemukan yag bisa memicu kerusakan hari dan gangguan pada otak; pengawet sulfit yang dapat menimbulkan reaksi alergi kulit; hingga pematang tepung serta pemutih.

5. Penyakit Jantung Mengintai
Di balik rasa lezat makanan siap saji yang digandrungi anak-anak, terdapat beragam penyakit berbahaya yang mengintai. Tingginya kandungan lemak jenuh, kolstrerol, dan kadar garam, dapat berdampak buruk untuk kesehatan jantung.

6. Nafsu Makan Tak Tekendali
Ketika berhadapan dengan camilan dan junk food, selera makan seolah meningkat drastic. Rasanya tak ingin berhenti mengunyah. Nafsu makan yang tak terkendali, berakibat buruk pada tubuh. Ancaman obesitas tak terhindarkan.

Kelezatan dan kepraktisan sajian junk food membuat banyak orang memilih makanan jenis ini sebagai pengganjal perut atau camilan buah hati. Sesekali memberikan makanan cepat saji, bukan masalah. Disarankan untuk memasak camilan sendiri sehingga kandungan gizi serta bahan yang digunakan terpantau oleh orang tua dan pasti igienai.



You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman