Gambar tema oleh Igniel

About me


Dian Novandra. Ibu dari dua buah hati, Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman.
Content writer
Blogger pemula

Laporkan Penyalahgunaan

Belajar SEO Bareng Dik Bahrul Ilmi

Posting Komentar


Belajar SEO


Belajar SEO itu ribet dan susah banget! Inilah sekilas pendapat yang sering saya dengan dari teman-teman blogger pemula. Kalau dengar kayak gini rasanya maju mundur mau belajar SEO. Takutnya enggak nyampe buat otak emak-emak yang santuy kayak saya. 

 

Namun, setelah saya belajar di salah satu kelas blogging, pandangan saya terhadap SEO ini mulai berubah dan terbuka.

 

Teknik optimasi mesin pencari rupanya bisa dipelajari pelan-pelan serta dilakukan oleh siapa saja terutama mereka yang ingin menjadi blogger profesional atau berkecimpung di dunia digital marketing.

 

Sebenarnya apa itu SEO? Ini merupakan salah satu cara atau upaya yang dapat dilakukan guna mengoptimasi blog atau website kita sehingga bisa muncul di halaman awal Google.

 

Kebayang, kan, jika artikel yang ditulis nampang di depan, pastinya potensi mendapatkan trafik organik juga akan meningkat. Peluang artikel kita lebih banyak dibaca pun terbuka lebar.

 

Kata beberapa guru blogging, tidak boleh ada kata berhenti untuk mempelajari SEO. Ini bener juga, sih. Soalnya alogaritma Google itu senantiasa berubah. Mesin pencari satu ini selalu memperbaharui dirinya supaya dapat memberikan hasil terbaik dan solutif untuk para pengguna.

 

Dulu saya pernah dengar kalau untuk membuat artikel kita naik di peringkat atas Google, kita harus memasukkan kata kunci sebanyak-banyaknya dalam sebuah artikel. Akan tetapi, rasanya saat ini teknik tersebut sudah tidak aplikatif. Mesin pencari justru akan menganggap konten seperti ini sebagai spam.

 

Terus darimana mulai belajar SEO, dong? Soalnya, kan itu buanyak banget. Ya, learning by doing saja. Belajar sambil jalan. Kayak saya ini.

 

Sekarang saya lagi belajar SEO bareng Dik Bahrul Ilmi. Pokoknya saya panggil Dik, soalnya doi masih single, gaes. Silakan kalau mau diajak ke pelaminan *eh wkwkwk …. Beliau mengajari kami, para peserta kelas blogging, untuk mengenal teknik optimasi mesin pencari secara runut, simpel, sehingga mudah dipahami bahkan oleh orang yang pemula seperti saya.

 

Mengenal Jenis-jenis SEO

Trik optimasi mesin pencari bisa dibedakan menjadi dua.

 

Pertama adalah, SEO on page yaitu upaya pengoptimalan blog yang dilakukan dari dalam website. Contohnya, menggunakan tema yang responsive, pemakaian heading, permalink, sampai penempatan link internal.

 

Kedua adalah SEO off page. Berkebalikan dari SEO on page, inilah upaya pengoptimalan yang dilakukan dari luar website. Contohnya, menanam backlink.

 

Belajar SEO dengan Melakukan Riset Keyword

Menjadi seorang blogger mulanya saya kira mudah, tetapi setelah beberapa tahun menjajal blogging, rupanya tak segampang yang dibayangkan. Ngeblong bukan cuma perkara bisa menulis.

 

Banyak hal teknis yang penting dipelajari sebelum menceburkan diri sebagai blogger. Satu dari sekian banyak langkah penting yang kerap tidak diketahui blogger newbie adalah melakukan riset kata kunci.

 

Yaps, tulisan berbobot sekalipun kalau sudah diposting dan jadi “anaknya” Google itu enggak akan mudah dicari pembaca kalau tidak menerapkan teknik SEO on page, dalam hal ini menambahkan kata kunci ke dalam artikel.

 

Ketika melakukan riset keyword, ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan:

 

1.      Search Volume

Search volume atau dikenal juga dengan volume pencarian ialah jumlah kata kunci yang ditelusur melalui mesin pencari/Google dalam jangka waktu tertentu. Jadi, berapa banyak kata kunci tersebut dicari pengguna.

 

Umumnya keyword tool akan menampilkan data satu bulan terakhir. Misalnya, sebuah kata kunci search volume-nya 200.000. Artinya dalam jangka waktu satu bulan keyword tersebut sudah dicari pengguna sebanyak 200.000 kali di mesin pencari/ Google.

 

2.      Kata Kunci yang Disarankan

Kata kunci yang disarankan disebut juga keyword suggestion. Nah, saat kita mengetikkan sebuah kata kunci di keyword tool, maka akan muncul beberapa saran kata kunci yang masih berhubungan dengan keyword yang kita masukkan tadi.

 

Sebagai contoh, kita memasukkan kata kunci “belajar SEO,” maka keyword suggestion-nya bisa “belajar SEO untuk pemula” atau “belajar SEO praktis” dan sebagainya. Keyword suggestion memang umumnya berisi long tail keyword atau kata kunci panjang yang terdiri dari tiga kata atau lebih. Hal ini dikarenakan pengguna lebih banyak mencari suatu informasi yang dibutuhkan menggunakan long tail keyword. Presentasenya bisa mencapai 70% pengguna, lo.

 

3.      Keyword Difficultly

Ini adalah tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk menembus halaman pertama Google. Biasa diukur dalam skala 0-100 dalam keyword tool. Makin tinggi angkanya, maka kian susah juga buat sampai di halaman muda mesin pencari.

 

4.      SERP (Search Engine Result Page)

SERP menunjukkan laman-laman yang ada di peringkat awal atau halaman atas Google. Jadi, kita bisa lihat dulu seperti apa, sih, halaman yang menduduki rangking awal dengan kata kunci yang sudah kita klik dalam keyword tool.

 

Keyword tool yang bisa dicoba pertama ada Ubersuggest. Kita bisa klik Ubersuggest di Google dan masuk melalui akun Gmail. Perlu dicatat, menggunakan layanan free di sini ada batasnya, lo. Jadi, setelah beberapa kali pencarian di Ubersuggest, keyword tool udah enggak mau dipakai lagi. Solusinya, kita bisa pakai akun Google lain untuk dapat melakukan riset kata kunci kembali. Selain itu, ada juga Google Trends. Di tool gratis ini kita dapat melihat pergerakan kata kunci hingga lima tahun terakhir plus naik serta turunnya popularitas kata kunci tertentu.

 

Catatan, yang penting diperhatikan saat akan menulis artikel, setelah menemukan kata kunci, buatlah artikel yang kira-kira menjadi solusi atau dapat menjawab pertanyaan pengguna. Pastikan tidak menebar terlalu banyak focus keyword. Gunakan internal serta eksternal link yang related dengan pembahasan kita. Penambahan gambar pun penting diperhatikan (harus mengandung keyword pada alt teks gambar).

 

Mengenal Google Analytic dan Google Search Console, “Orang Dalam” Mesin Pencari yang Bisa Kasih Kita Bocoran Data Blog

 

Belajar SEO praktis

Google Analytic (GA) ialah layanan gratis persembahan Google yang bisa kita ulik datanya guna membuat posisi blog atau web kita lebih baik. GA akan menampilkan data statistik pengunjung suatu laman. Ada banyak menu di sini, tapi kita enggak bahas semuanya, ya. Ambil contoh saja, menu “audience-demografi.” Di sini kita bisa tahu darimana saja pengunjung blog plus asal mereka, juga topik apa yang digemari. GA juga dapat membantu kita melihat rangkuman data audience seperti jumlah tayangan halaman, pengguna baru, sampai bounch rate atau presentase jumlah pengunjung laman setelah mereka hanya melihat satu halaman saja di blog kita.

 

Sementara Google Search Console yang sama-sama merupakan layanan gratis Google dapat membantu kita dalam meningkatkan keterlihatan blog di mesin pencari. Jadi, kalau artikel kita tenggelam di tengah samudera wkkwkwk … bisa cek di sini, apakah artikel udah keindex atau belum. Kalau belum pantas saja enggak muncul di Google. Di sini kita juga bisa melihat berapa pengunjung yang mengeklik artikel kita dari mesin pencari, referall, dan sebagainya; melihat backlink ke blog kita; sampai memeriksa broken link, lo.

 

Hmm … kurang kalau dijelasin begini, bisa panjang kali lebar kali tinggi kuadrat. Oh iya, di kelas free blogging dari growthing.id ini ada kata-kata sakti yang keluar dari Mas Irwin host merangkap coach yaitu “KICK.” Aduhh langsung panas dingin dengernya.

 

Buat teman-teman blogger yang enggak pengin spot jantung denger kata “KICK,” boleh juga ikutan kelas berbayar bareng Coach Irwin Andriyanto dan Coach Punto Wicaksono juga, lo. Materi daging dipanggang dan udah siap santap wkwkwk ....

 


Buktikan sendiri dahsyatnya ikut kelas ini. Sesuai jargonnya, menjadikan blogger biasa menjadi blogger yang adidaya *tsaaah. Asal mau ikuti step by step secara baik dan benar. Belajar SEO lebih fun dan anti spot jantung.

 

 

 

 

 

Dian Novandra
Hai, saya Dian Novandra. Ibu dari Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman. Senang menulis artikel dan cerita anak.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email