Gambar tema oleh Igniel

About me


Dian Novandra. Ibu dari dua buah hati, Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman.
Content writer
Blogger pemula

Laporkan Penyalahgunaan

Review Buku Asa di Ujung Senja: Kisah Inspiratif Para Penyintas ODHA

Posting Komentar

 

Review buku asa di ujung senja

Divonis mengidap HIV/AIDS mungkin rasanya seperti tergulung dalam badai tiba-tiba. Kesedihan, penyesalan, dan ketakutan akan diskriminasi sontak menghantui diri. Seperti kita ketahui bahwa HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus penyebab penyakit AIDS.

 

Virus ini bisa masuk ke tubuh seseorang dan menghancurkan sel CD4 atau sel darah putih yang dapat melawan infeksi. Ketahanan tubuh akan menurun akibat jumlah sel CD4 sedikit. HIV menular melalui jarum suntik yang digunakan bersama penderita, transfusi atau produk darah tercemar virus HIV, hingga hubungan seksual yang tidak aman. Minimnya pengetahuan tentang penyakit yang berkaitan erat dengan daya tahan tubuh ini, membuat orang-orang terdekat penderita kerap tidak memberikan perlakuan tepat terhadap para penyintas ODHA (orang dengan HIV/ AIDS).

 

Buku Asa di Ujung Senja menceritakan kisah inspiratif sepuluh penulis penyintas ODHA. Bagaimana mereka bisa terjerumus dalam pergaulan bebas, bersinggungan dengan narkoba serta heroin, yang berujung vonis positif HIV/AIDS. Pejuang tangguh yang pantang menyerah bahkan ketika dihadapkan pada kenyataan di tubuh mereka bersarang virus yang ditakuti oleh semua orang. 

 

Dari coretan pena mereka, kita dapat memetik hikmah betapa pentingnya menumbuhkan kebersamaan dalam keluarga. Jangan biarkan anak-anak kita merasa kesepian. Ingatlah bahwa sejatinya yang dibutuhkan anak bukan sekadar uang atau materi melainkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua serta keluarganya. Anak yang haus kasih sayang akan mencari pelarian. Bisa saja mereka kemudian menemukan kenyamanan di lingkungan negatif yang membawanya ke lembah narkoba atau seks bebas. Dari sini bukan tidak mungkin virus HIV akan masuk ke tubuh anak.  

 

Disisipi kata-kata motivasi karya Hadi Irawan dengan latar belakang yang menawan, membuat buku ini semakin asyik dinikmati. Kita akan makin menghargai kesehatan yang Allah Swt. berikan. Kian bersemangat dalam menjalani pola hidup sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik. Tak berhenti berucap syukur atas tiap anugerah yang tercurah dalam kehidupan. Belajar menerima takdir dengan ikhlas dan selalu berusaha bangkit dari keterpurukan. Menyelami buah pena perjuangan para penyintas ODHA juga menampar diri jika baru dihadapkan pada masalah kecil saja sudah menangis, menyerah, pasrah.

 

Pesan yang sangat mengena ketika membaca Asa di Ujung Senja, salah satunya dari tulisan P. Ahmad. S. Beliau mengatakan agar jangan mengorbankan kesehatan kita hanya untuk bersenang-senang hari ini. Karena kesehatan yang baik, bisa menunjang masa depan kita menjadi lebih baik. Kalimat motivasi lain juga dapat dilihat dalam tulisan Ken Ken Tzunami yang mengatakan bahwa raga kita boleh mati, tetapi api semangat itu tak boleh padam. Jangan ada lagi diskriminasi.

 

Ingatlah bila Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Perkaya hati dengan keikhlasan dan rasa syukur maka indahnya kehidupan akan kita rasakan.


Salam,

Dian Novandra

Dian Novandra
Hai, saya Dian Novandra. Ibu dari Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman. Senang menulis artikel dan cerita anak.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email