Gambar tema oleh Igniel

About me


Dian Novandra. Ibu dari dua buah hati, Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman.
Content writer
Blogger pemula

Laporkan Penyalahgunaan

Mengintip Cara Indscript Creative Tetap Kokoh di Tengah Pandemi

Posting Komentar

Indscript Creative tetap kokoh di tengah pandemi

"Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar." (Ridwan Kamil)

Bekerja sesuai passion, siapa yang tak mau? Inilah yang mendasari Indari Mastuti atau akrab disapa Teh Iin ketika memilih bisnis apa yang hendak dibangunnya pada 2007. 

Yes, setelah menikah Teh Iin melepaskan karirnya di dunia telekomunikasi dan mulai memikirkan membangun bisnis dari rumah. Ia kemudian merintis sebuah usaha yang berkaitan dengan passion-nya yaitu menulis. 

Teh Iin merasa akan lebih mudah dan menyenangkan mengembangkan usaha yang didasari kesukaan. Akhirnya wanita tangguh yang menulis di media cetak sejak 1996 ini pun memutuskan untuk membuka bisnis jasa penulisan dan agensi naskah. Sebuah gebrakan yang cukup berani sebab kala itu usaha sejenis ini belum populer di Indonesia.

Saya tidak bisa membayangkan betapa keras usahanya dalam membesarkan Indscript Creative. Tahun 2018 saya pernah kopdar dengan Teh Iin di acara training offline Heart Selling. Hmm … memang beliau gitu orangnya hahaha …. Always humble, friendly, enggak bisa diam. 

Ada saja idenya dan eksekusinya cepat banget. Pantas saja Teh Iin memilih pimpinan berbagai lini Indscript dari kalangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, open minded, dan melek teknologi. Mereka pastinya bisa mengimbangi ibu suri yang super cepat tanpa banyak alasan.


Perjalanan Indscript Creative


Yuk, intip rekam jejak Indscript Creative hingga saat ini!

Tahun 2007 tatkala Teh Iin masih menggunakan namanya untuk menawarkan jasa penulisan ke berbagai penerbit, ia mulai banjir tawaran menulis. Sayangnya, banyak tema yang tidak dikuasainya. 

Akhirnya, Teh Iin pun terpikir untuk merekrut penulis dan mulai menggunakan nama Indscript Creative di awal tahun 2008. Nama ini pemberian sang suami, Kang Deky Tasdikin. Tak main-main, Indscript Creative berkomitmen senantiasa menyuguhkan tulisan kreatif dan enak dibaca. 

Hingga saat ini penerbit yang membersamai Indscript sejak awal berdirinya seperti Kompas Gramedia, Penebar Swadaya, sampai Elex Media masih loyal dan terus menjalin kerja sama.

Tahun 2009 Indscript Creative mulai membangun lini penulisan buku biografi dengan klien pertama Brownies Amanda. 

Jasa ini banyak ditawarkan kepada para pejabat hingga pengusaha kelas kakap. Untuk sekali penulisan naskah biografi Indscript mematok tarif 120 juta. 

Setelah proyek pertama, Indscript kembali menangani penulisan biografi tokoh-tokoh ternama, sebut saja Teh Ninih, Ibu Siti Muntamah Oded (istri wakil wali kota Bandung), Ibu Atalia Ridwan Kamil, juga ekspatriat jepang.  

Tahun 2010 merupakan masa kelam bagi Indscript Creative. Kemunduran yang berakhir pada kebangkrutan terjadi. Teh Iin yang mempunyai enam belas karyawan harus merumahkan tiga belas orang dan hanya memilih tiga personel untuk tetap stay

Bukan mengeluh atau meratap, ia justru menjadikan momen ini sebagai titik balik serta pembelajaran. Teh Iin menyadari semangat juang saja tak cukup untuk mempertahankan bisnis. Segalanya butuh ilmu. Tanpa ilmu lambat laun bisnis akan surut lalu mati. 

Oleh karena itu, Teh Iin pun mulai mengikuti coaching, training, juga terus ber-networking. Ilmu, kegigihan, semangat, dan sikap positif menjadi bahan bakar Teh Iin mampu membangkitkan usahanya lagi.

Tahun 2015 Teh Iin mulai membangun bisnis direct selling dengan produk berupa media pencapaian target seperti board mimpi juga metrik pencapaian. Keduanya laku keras di pasaran.

Tahun 2020 Indscript Creative merambah ke percetakan juga indie publisher dengan brand Bukuin Aja! Tidak hanya mencetak buku karya sendiri, melainkan juga dari penulis lain, lo. 

Selain mencetak, Indscript pun mempromosikan dan mendistribusikan buku serta produk lainnya sendiri. Saat ini Indscript mempunyai setidaknya 10.000 reseller yang membantu pemasaran.

Tahun 2021 kala digital marketing dan media sosial berkembang kian pesat. Seakan tak mau melewatkan kesempatan, Indscript lagi-lagi melebarkan sayap dengan mulai membuka agensi blogger dengan target awal 1000 blogger. 

Di samping itu, Indscript Creative kini mempunyai marketplace khusus perempuan bernama terhubung.co.id. juga membangun chanel Youtube Rumah Teh Iin yang akan mengupas dunia pernikahan bersama sang suami.


Terus, Di Indscript Ada Apa Lagi?


Jadi, setelah beragam workbook dan buku-buku bisnis yang ditujukan khususnya untuk memandu para pebisnis melejitkan usahanya, saat ini Indscript juga memproduksi celengan impian, meja lipat darling, serta wadah bumbu dapur. Training menulis, digital marketing, desain, optimasi sosial media, pastinya masih terus digelar. Semua merupakan persembahan istimewa untuk para perempuan dengan  harga ramah kantong.

Teh Iin percaya banyak perempuan memiliki keinginan kuat menggapai impian dan ingin tetap produktif setelah menikah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama perempuan, ia mendirikan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis yang kini sudah mempunyai 22 ribu anggota serta Ibu-ibu Doyan Bisnis dengan 130 ribu anggota. Ia membagikan pengalaman menulis dan berbisnis rumahan di grup-grup tersebut setiap harinya. 

Bagaimana Indscript Tetap Kokoh di Tengah Pandemi?

Pandemi gini, kok bisa ya, Indscript Creative bertahan? Padahal produk-produk yang dijual harganya lumayan tinggi dan bukan pula kebutuhan primer seperti sembako atau obat-obatan. 

Pandemi yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 mempengaruhi seluruh sektor kehidupan. Banyak perusahaan bangkrut, pariwisata sepi, perekonomian pun lesu.  Bagaimana Indscript bisa tetap kokoh di tengah pandemi?

1.  Inovasi Tiada Henti

Peluang selalu tampak benderang di mata orang-orang yang mau berjuang. Demikian pula yang dilakukan Teh Iin. Alih-alih putus asa, ia dan tim justru terus bergerak melakukan berbagai inovasi. Pokoknya selalu ada yang baru jadi enggak ngebosenin.

2. Networking yang Hebat

Sosok yang bersahabat selalu disukai siapa saja. Menyadari hal tersebut, Teh Iin pun terus menjalin hubungan hangat dengan teman-teman online-nya. Caranya macam-macam, dong. Interaksi di grup Facebook, sesi sharing bergizi setiap hari, sampai cuap-cuap via telegram https://t.me/IndariMastutiChannel

Kayak misalnya ke saya, nih. Tiap hari selalu dapat suntikan semangat, motivasi, dan informasi produk Indscript Creative melalui telegram. 

Mungkin itu broadcast. Jadi, dikirim bukan buat saya saja. Akan tetapi, pesan personal demikian, meski kita tahu itu borongan alias tak hanya ditujukan ke kita rasanya nancep di hati. 

Seakan diperhatikan, dianggap ada, bukan sekadar remah-remah rengginang atau butiran debu yang tersapu ketika angin menderu *buset, bahasanya hihihi ….

3. Harga dan Promosinya Gila-gilaan

Kelas-kelas yang diselenggarakan Indscript dibanderol dengan harga ramah kantong. Sering ada promo juga, lo. Kalau saya enggak tahan dipromo gini, “Early bird sampai nanti sore jam 18.00. Abis itu, harga normal ya, Mbak.” Itu lumayan manjur buat mendorong peserta transfer dan keep seat lebih cepat. 

Belum lagi promo produknya. Saya ambil contoh di bulan Agustus 2021, ada promo beli celengan jumbo 40K free 1 celengan standar 20K. Harga normal 60K menjadi 40K selama masa promosi. Mupeng enggak, tuh?

4. Budaya Positif

Indscript Creative menginduk pada lima budaya yaitu, kreatif, inovatif, inisiatif, komunikatif, dan pembelajar. Teh Iin percaya bisnis akan mampu bertahan di situasi apapun dengan menerapkan kelimanya.


[Suara Hati Alumni] Aku dan Indscript Creative


Mengenalmu adalah salah satu anugerah yang begitu aku syukuri. Segalanya berawal dari perkenalan dengan Mbak Shabrina Afrah. Beliau yang memberiku tiket gratis untuk belajar menulis artikel bersama Teh Indari Mastuti. 

Dari kelas gratis itu aku terus berbenah dan mengasah kemampuan menulis, terutama artikel juga naskah nonfiksi.

Segalanya pun berbuah manis. Dua tahun lalu aku mendapat pekerjaan tetap untuk posisi admin website sekaligus editor di bawah naungan Joeragan Artikel milik Ummi Aleeya. 

Meski kini sudah tidak bekerja di sana, itu merupakan pengalaman yang sangat berarti dalam hidupku. Kini berbagai pekerjaan penulisan artikel dan naskah nonfiksi kutangani. Alhamdulillah ….

Tentu saja ilmu menulis bukan kudapat dari Indscript saja. Namun, Teh Iin dan Indscript Creative termasuk salah satu pintu awal, pembuka jalanku berkarir di dunia penulisan hingga detik ini. 

Tiada harapan dan doa yang terpanjat untuk Indscript Creative selain semakin sukses, terus menelurkan inovasi, dan memberi manfaat untuk lebih banyak orang. Love Indscript ^^ Terima kasih untuk ilmu, motivasi, keteladanan yang diberikan.

 

Dian Novandra
Hai, saya Dian Novandra. Ibu dari Raisya Kayla Askanah dan Faris Ar-Rahman. Senang menulis artikel dan cerita anak.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar